Dan Wahabi Salafy Adalah Gerakan Politik

April 17, 2007 at 10:19 am 31 komentar

Tulisan ini saya ambil dari situs kesayangan saya. lebih lengkapnya klik ini deh . Hanya saja judul aslinya saya rubah.

Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.

Mengenal Agen Mossad Dalam Gerakan Islam
Untold Story / the X files

Risalah Mujahidin Edisi 7 Th I Rabiul Awal 1428 H / April 2007 M, hal. 42-46
FAKTA ini tentu amat mengejutkan, bahkan sulit dipercaya. Betapa kelompok Salafy yang selama ini dikenal sebagai kelompok Islam yang berdakwah untuk Ihyaus Sunnah (menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW), gerakan dakwah mereka ternyata didanai oleh jaringan intelejen Israel, Mossad. Tujuannya untuk menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan kaum Muslim.

Badan intelejen Palestina mengijinkan harian Al-Hayat dan Televisi Libanon, LBC, untuk mewawancarai orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad, dan sekarang ditawan oleh pemerintah Palestina. Mereka telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah Mujahidin. Dalam sebuah wawancara, salah seorang agen mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan memicu fitnah lewat perselisihan, perpecahan, dan kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis Zionisme.

Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid An-Nas nomor 127 mengutip harian Al-Hayat yang terbit di London dan juga ditayangkan televisi LBC. Tabloid Al-Basya’ir kembali menyiarkan wawancara tersebut mengingat pentingnya fakta-fakta yang diungkapkan oleh agen ini. Wawancara di bawah ini, yang diterjemahkan oleh Jati Utomo Dwi Hatmoko, M.Sc. , mahasiswa Structural Engineering and Construction Management University of Newcastle Upon Tyne United Kingdom, dan dikutip dari Hidayatullah.com, laporan Bahrum A. Rambe. Berikut hasil wawancara dimaksud:

Wartawan: Bagaimana para zionis itu dapat memperalat anda untuk kepentingan mereka dalam konspirasi dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara anda?

Agen: Awalnya saya membaca iklan di koran lokal tentang adanya pusat studi strategis kemasyarakatan yang bertempat di Singapura, mereka membutuhkan reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial dan publisistik tentang lingkungan, kemiskinan, dan lain-lain.

Lalu saya kirim biodata dan ijazah saya. Setelah dua pekan, datang balasan penerimaan saya di lembaga tersebut yang ternyata dikendalikan oleh intelejen zionis Mossad, dan dilaksanakan oleh orang-orang Palestina yang bekerja sama dengan zionisme untuk merekrut orang Arab Palestina dengan cara jahannam yang tidak terpikir oleh siapapun.

Mereka meminta kepada saya untuk menyiapkan laporan kemasyarakatan strategis. Mereka memberi imbalan uang yang cukup banyak. Dari situ, Pusat Studi Strategis palsu itu meminta tambahan laporan-laporan sensitif. Dan saya memenuhinya dengan teratur. Dengan memperhatikan permintaan-permintaan mereka saya mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad. Tapi saya tidak bisa mundur karena saya sudah memberi laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan nasional, tokoh-tokoh Mujahidin, posisi tempat tinggal mereka, dan keberadaan mereka. Informasi ini memudahkan mereka untuk membunuh para Mujahidin terbaik dari Hamas dan Jihad Islami.

Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai permainan ini tersingkap, mereka memberi kepada saya lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv. Di sana mereka menyambut saya di sebuah hotel bintang lima. Mereka memberi saya seluruh sarana kenikmatan, tapi ternyata mereka merekam saya ketika berada dalam kondisi memalukan dengan seorang wanita. Hal ini sebagai salah satu cara mereka untuk memperbudak dan mengendalikan saya di kemudian hari.

Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka melatih saya seluruh dasar kerja intelejen. Dan komunikasi kami lewat internet, mengirim informasi lewat telepon seluler yang mereka berikan. Dari sini saya mulai mengumpulkan informasi yang paling akurat dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara rutin. Posisi saya sebagai reporter, membuat saya dapat bergabung dengan seluruh unsur Mujahidin.

Saya mendapatkan informasi yang sangat penting karena saya dianggap sebagai pejuang. Karena kedekatan saya dengan para pemimpin perlawanan dan pantauan saya terhadap posisi gerakan dan tempat tidur mereka saya telah memudahkan banyak pembunuhan melalui pesawat, penangkapan malam hari atau dengan menembak kendaraan. Dan saya telah merekrut banyak orang untuk kepentingan zionis dengan upah rendah tidak lebih dari 1500 chikel per bulan.

Wartawan: Kami mengetahui bahwa anda dapat mengintervensi beberapa jamaah Islamiyyah, bagaimana itu?

Agen: Sesungguhnya zionis sudah memanfaatkan kepolosan dan ketidak hati-hatian orang-orang Palestina. Kami ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama: Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir al-Quds, Syababul Intifadhah, dan lain-lain. Dengan situs-situs ini kami berhubungan dengan banyak anak muda yang memiliki semangat jihad. Kami janjikan kepada mereka untuk membiayai mereka dengan uang dan senjata, dengan menyebutkan bahwa dana tersebut bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis Islam di Mesir, Yordan dan Kuwait.

Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.

Puluhan judul buku-buku yang menyerang Syi’ah dengan cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah, sudah dicetak. Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang fanatik dari kedua belah pihak, setelah diyakinkan bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan Teluk dengan cetakan lux. Selebihnya, pekerjaan akan dilakukan oleh mereka yang teripu dari kelompok fanatik Sunnah seperti Salafiyyin dan lain-lain. Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini, adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan antarpihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingsan sesama mereka, agar Israel dapat merealisasikan tujuannya, yaitu menghancurkan Islam, menelan tanah air, menghapus identitas generasi muda melalui penyebaran dekadensi moral, atau menggunakan orang-orang yang tersingkir di luar kehidupan, fanatik dan keras kepala. Hati mereka penuh dengan kebencian terhadap saudara mereka sesama Muslim, baik Sunnah atau Syi’ah.

Dalam hal ini, jaringan Mossad telah cukup sukses menjalankan missinya. Anda dapat melihat kira-kira semua masjid dan perkumpulan anak muda di Yaman, Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku ini, yang dicetak dan dibagikan secara gratis; yang dikesankan seolah-olah dibiayai dari kocek para donatur kaya Arab Saudi, padahal Mossad ada di belakang semua ini. Sayang sekali, banyak orang-orang yang tidak menyadari, termasuk para imam masjid, khatib-khatib, dan da’i-da’i yang menyibukkan diri secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku beracun minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berpikir tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku ini, yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah khususnya hari-hari belakangan ini.

Buku-buku ini telah mulai menuai pengaruhnya di Pakistan. Orang-orang yang menyebut dirinya pengikut Ahlu Sunnah wal jama’ah, membentuk Tentara Shahabat dan menyerang kaum Syi’ah dalam ritual dan rumah-rumah, membunuh mereka ketika shalat Shubuh.

Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan ribuan mayat. Di lain pihak membentuk Tentara Muhammad bereaksi dengan balasan yang lebih keras, ratusan orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan. Pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan pahlawan Khawarij zaman sekarang, dimanfaatkan oleh Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran, pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang memiliki bom atom, Pakistan.

Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya sebentar lagi akan bisa dilihat. Namun sangat disayangkan, khusus tentang pemicu fitnah di Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di Pakistan dan Yaman.

Wartawan: Sekarang apakah anda menyesal? Di mana mata hati anda ketika anda menunjukkan tempat-tempat persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada zionis, agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka dengan pesawat Apache dan roket-roket mereka?

Agen: Apalah gunanya penyesalan. Saya merasa sedih ketika mereka memusnahkan sebuah bangunan beserta penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang Mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan terbunuhnya 17 anak kecil dan wanita juga sang Mujahid yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh sayang. Karena itu, saya berhak dihukum dengan hukuman yang diputuskan pengadilan, yaitu eksekusi.

Mengenal Gerakan Agen Mossad
Semangat menghidupkan sunnah Nabi SAW di satu segi, dan memposisikan gerakan Islam di luar komunitasnya sebagai bid’ah, khawarij, dan tuduhan lain yang jauh dari kesan Islami; tanpa dibarengi dengan wawasan ilmu, pemahaman syari’ah dan siyasah secara memadai, membuat mereka mudah diprovokasi dan diperalat musuh-musuh Islam. Banyak gerakan Islam, dalam melawan zionisme dan hegemoni AS, justru diperalat oleh musuh dengan mengusung doktrin zionis tanpa disadari, sehingga mudah dihancurkan.

Penting bagi aktivis Islam untuk mengenal di antara karakteristik ormas, orpol, maupun gerakan Islam, yang kadangkala tanpa disadari menjadi alat musuh untuk menghancurkan Islam. Berdasarkan kajian dan pengalaman karakteristik mereka itu dapat dikenali antara lain:
1. Mendukung kekuasaan rezim yang zhalim secara apriori, selama penguasa tersebut masih melakukan shalat. Alasannya, karena Nabi memerintahkan taat kepada penguasa Muslim yang masih shalat sekalipun berbuat durhaka atau zhalim. “Enam puluh tahun di bawah penguasa zhalim, lebih baik daripada sehari tanpa pemimpin,” kata mereka. Sementara mereka mengabaikan ayat Al-Qur’an yang melarang membantu orang-orang zhalim yang berkhianat kepada Allah dan rasul-Nya.
2.
Mengklaim pahamnya paling benar tanpa mau diajak dialog mendengarkan hujjah dari pihak Muslim yang dikategorikan sesat.
3.
Mengajak umat untuk menjauhi politik, dan memfokuskan diri dalam aqidah dan ibadah dalam pengertian sempit.
4.
Gemar mengabaikan hujjah lawan sekalipun hujjah itu dari Al-Qur’an dan hadits shahih hanya karena hujjah tersebut tidak berasal dari syeikh-nya.
5.
Mempersempit sumber-sumber pemahaman agama, dan hanya menerima dari ulama panutannya atau pemahaman dari kelompoknya sendiri secara terbatas, dengan menganggap pemahaman jalur lain sebagai bid’ah.
6.
Sangat mengecam perilaku yang dikategorikan tasabbuh dengan golongan kafir dan musyrik. Tapi, mengikuti cara berpikir dan kepemimpinan golongan zionis dengan menempatkan pendapat ulama panutannya melebihi Al-Qur’an dan hadits.
7.
Menampilkan identitas tertentu untuk membedakan diri dengan kelompok lain secara fanatik sebagaimana halnya dengan sekte-sekte di lingkungan Yahudi dan Kristen.
8.
Mengambil ajaran agama dengan mengutamakan hal-hal yang bersifat personal dan keluarga, tapi mengabaikan masalah kenegaraan dan jihad. Hal ini sejalan dengan doktrin Kristen: “Berikan hak Kaisar kepada Kaisar, dan hak Tuhan kepada Tuhan.”
9.
Sangat membenci, bahkan memusuhi gerakan Islam yang menuntut pemberlakuan Syari’ah Islam secara kaffah, terutama ajaran amar makruf nahyu mungkar dan jihad.[]

Iklan

Entry filed under: abdul wahhab, ahmad bin hanbal, As-Salafiyah, bid'ah, Blogroll, ibnu Taimiyah, Islam, mazhab salafi, mazhab wahabi, Salaf, salafi, salafi/y, salafy, syirik, tabarruk, tawassul, Uncategorized, Wahabi/Salafi, Wahabisme, wahhab, wahhabi, ziarah kubur.

Mereka Menghalalkan Darah Kaum Muslimin Sekali lagi Maulid Nabi: Antara Halal dan Haram

31 Komentar Add your own

  • 1. manja  |  April 22, 2007 pukul 6:44 pm

    EMANG UMAT INI HARUS TERUS BELAJAR MEMAHAMI AGAMA SECARA TERBUKA SEHINGGA TIDAK MUDAH MENGHINA DAN MENGKAFIRKAN SAUDARANYA YANG LAIN

    Balas
  • 2. Abu Afkar  |  April 23, 2007 pukul 10:47 am

    Keberagamaan yang mendahulukan kebencian, kecurigaan, emosi atas kasih sayang, baik sangka dan akal sehat, sangat mudah untuk dimanfaatkan kelompok lain untuk kepentingan mereka.

    Balas
  • 3. anton  |  April 24, 2007 pukul 9:35 am

    saudara Abu, sepertinya rongga kepala dan rongga dada sampeyan sudah gak sehat lagi

    Balas
  • 4. MANTAN SUFI  |  April 30, 2007 pukul 1:04 am

    Perlu anda ketahui antara salafy dan yang mengaku-ngaku salafy ada ada syubhat khawarij didalamnya, jadi pada hakikatnya pemahaman wahabi itu jelas bukan khawarij tetapi ada yang salah paham terhadap pemahaman syaikh muhammad bin abdul wahhab dan pendahulunya ibnu thaimiyah sehingga mereka memiliki sifat-sifat seperti khawarij,diantara ikhwan salafiyin yang tergelincir adalah orang2 yang jahil karena menganggap kafir penguasa dan muslim yang lain dan menghalalkan darahnya,mereka memisahkan diri dari persatuan kaum muslimin diatas tauhid dan sunnah serta taat kepada penguasa,lalu membikin jamaah tauhid wal jihad diatas baiat seorang imam,jadilah mereka salafy radikal yang mengangkat senjata terhadap pemerintah dan sangat mudah mengkafirkan muslim diluar jamaah mereka,sekali lagi ini disebabkan kejahilan terhadap sunnah dan cenderung mengikuti hawa nafsu dalam memahaminya,menganggap diri paling benar sendiri,contoh yang paling valid adalah jamaahnya imam samudra,jamaah NII,LDII,dll,diindonesia.HAMMAS,INTIFADAH,ALQAEDHA dikawasan timur tengah,jadi anda jangan keliru!!!

    Balas
  • 5. salafy  |  Mei 5, 2007 pukul 4:11 am

    Buat Mantan Sufi, wah kok sampeyan mantan sufi.. kasihan deh sampeyan. Kalau dapet Mursyid yang kamil tentu tidaklah menjadi mantan sufi… Wah keq ada kedongkolan dari nama nt.
    Jangan salah juga antara salafy yang jadi i’tiqad ahlu sunnah wal jamaah dwengan salafy yang dinisbahkan pada Syaikh Abdul Wahab. Sungguh ‘salafy’ yang baru ini yang gampang membid’ahkan orang, mengkafirkan orang. Naudzubillahi min dzalik. Buat saudara-saudaraku (terutama yang ada di desa-desa) janganlah silau dengan hujah-hujah ‘salafy’ yang seolah-olah rasional, logis, dan menempatkan kita menjadi orang-orang konyol, akrena bertawasul, hadiah fatehah, mawludan, berjanjen, dll. Tetaplah bado sholat dzikiran seperti biasa, hormat pada guru/kyai. Tetaplah inklusif, janganlah terlalu ketat bahwa masjid hanya ‘milik kita’, biar yang tidak sepaham bisa sholat berjamaah bersama-sama kita, asal tidak membid’ahkan, merampas rasa keagamaan kita. Jangan ragu dengan salafy yang kita anut bertahun-tahun atau[un berabad-abad lamanya hingga menyambung para salafus sholih hingga ke Rasulullah SAW. Perbanyaklah sholawat.

    Balas
  • 6. Mohtar  |  Mei 8, 2007 pukul 5:31 am

    Masih banyak ulama lain yang lebih hebat dari ulama-ulamanya wahhabi.
    Jadi ngapain dengerin omongan mereka.

    Balas
  • 7. riad  |  Mei 20, 2007 pukul 3:50 pm

    Yah semoga para wahabi Disadarkan dan keluar dari kewahabiannya.. kalau mau kaya banyak banyaklah beramal dijalan Allah dan bukan dengan memecah belah umat muslim, bekerjasama dengan ibliz (yahudi) hanya akan membawa kesengsaraan dunia akhirat. dunia dan perhiasannya ini tidak lebih dari sampah yg dengan mudahnya hilang. keep positive and open mind.

    Balas
  • 8. ompu  |  Mei 22, 2007 pukul 7:11 am

    golongan yang memegang erat-erat sunah rasullullah dengan gerahamnya walaupun ahlul bid’ah mencemooh adalah golongan yang selamat (firqatun najiyah)

    kalau memang mengikuti sunnah rasul dikatakan wahabi ya biarlah kami jadi wahabi saja… wass…

    Balas
  • 9. ompu  |  Mei 24, 2007 pukul 3:33 am

    Diambil dari mailing list assunnah@yahoogroups.com
    Message: 13
    Date: Fri, 13 May 2005 21:51:34 -0700 (PDT)
    From: fsms sunnah
    Subject: MENJAWAB TUDUHAN BATIL TERHADAP DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDIL WAHHAB

    MENJAWAB TUDUHAN BATIL TERHADAP DAKWAH SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDIL WAHHAB

    Oleh : Abul Harits as-Salafy

    Sumber : http://abusalma.blogspot.com/2005/05/menjawab-tuduhan-batil-terhadap-dakwah.html

    Pemberitahuan : Jika font arabic tidak muncul, coba klik kanan, klik encoding dan ganti dengan Unicode

    Kedustaan Hizbut Tahrir atas Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

    Sudah menjadi adat dan kebiasaan firqoh-firqoh sesat untuk memusuhi dan memfitnah kepada pembela dakwah yang haq, yang menyeru manusia kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah dan Sunnah rasul-Nya. Abdul Qodim Zallum rahimahullahu, salah satu tokoh Hizbut Tahrir dengan bangga mengatakan dalam bukunya yang berjudul Kaifa Hudimat Khilafah (dalam versi Indonesianya berjudul Konspirasi Barat meruntuhkan Khilafah Islamiyah, hal. 5), sebagai berikut : Inggris berupaya menyerang negara Islam dari dalam melalui agennya, Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud. Gerakan Wahhabi diorganisasikan untuk mendirikan suatu kelompok masyarakat di dalam negara Islam yang dipimpin oleh Muhammad bin Saud dan dilanjutkan oleh anaknya, Abdul Aziz. Inggris memberi mereka bantuan dana dan senjata……

    Pada halaman selanjutnya dia mengatakan : Telah diketahui dengan pasti bahwa gerakan Wahhabi ini di provokasi dan didukung oleh Inggris, menginggat keluarga Saud adalah agen Inggris. Inggris memanfaatkan madzhab Wahhabi, yang merupakan salah satu madzhab Islam dan pendirinya merupakan salah seorang mujtahid.

    Subhanallah ini adalah sebuah kedustaan dan fitnah, serta kezholiman terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab qoddasallahu ruuhahu yang mana hal ini tidak akan dilakukan kecuali oleh orang-orang yang benci terhadap Islam, benci terhadap Firqotun Najiyah, dan benci akan tersebarnya dakwah salafiyyah yang sesuai dengan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Ingatlah akan firman Allah Taala dalam surat Al-Isra ayat 36 :

    Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.

    Dan yang paling mengherankan lagi, orang-orang Hizbut Tahrir menolak khabar ahad / hadis ahad dalam masalah aqidah, walaupun hadis itu shohih dari Rasulullah karena hal itu tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, dan ketika dalam masalah/perkara yang sesuai dengan hawa nafsu mereka (Seperti kedustaan mereka atas Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab), dengan penuh keyakinan dan kebanggaan mereka menerima khabar ahad walaupun itu berasal dari seorang orentalis, sekaligus agen Inggris yang bernama Mr. Hamver yang juga seorang pendusta. Untuk lebih jelasnya mengenai siapa Hamver, marilah kita ikuti penjelasan Syaikh Malik Bin Husain dalam majalah Al-Asholah edisi ke 31 tertanggal 15 Muharram 1422 H, beliau berkata :

    Saya telah meneliti kitab yang beracun dengan judul Mudzakkarat Hamver dan nama Hamver ini tidak asing lagi. Pertama kali aku membacanya di Majalah Manarul Huda, sebuah majalah yang diterbitkan oleh Maktabah al-Alaami yang staf redaksinya dari Jamiyyah Al-Masyaari al-Khairiyyah Al-Islamiyyah pada edisi 28, Ramadhan 1415 H/1995. Majalah ini dikeluarkan oleh Jamaah Al-Ahbasy, sebuah Jamaah Sufiyyah berpangkalan di Yordania dan selalu memusuhi dakwah salaf dan para ulamanya, dan mereka mendapat bantuan dana dari orang-orang Yahudi dalam operasionalnya.

    Setelah saya membaca makalah ini, jiwaku terdorong untuk membaca kitab mudzakkarat mata-mata/intel Inggris ini, hingga aku mengetahui sampai sejauh mana kebenaran yang dinisbatkan kepada Al-Imam Al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam kitab ini. Ketika selesai membaca mudzakkarat ini, telah jelas bagiku bahwa itu merupakan sebuah dusta dari asalnya, dan Hamver ini adalah seorang yang asalnya tidak ada, lalu diada-adakan. Maka dari itu saya ingin menjelaskan kepada saudara-saudara sekalian tentang hal yang telah saya dapatkan dari peneletianku terhadap mudzakkarat ini, dalam rangka membela Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- dan juga dapat pembelaan terhadap kaum muslimin dari tikaman orang-orang ahlul bidah. Allah Taala berfirman :

    Sebenarnya Kami melontarkan yang haq kepada yang batil lalu yang haq itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.(QS. Al-Anbiya : 18).

    Dan dalam ayat lain Allah berfirman :

    Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu

    Pada ayat ini ada pelajaran ilmiyah bagi kelompok orang-orang mukmin, yang menjaga agamanya dan menjaga hubungan persaudaran antar sesama muslim, dengan mencari kejelasan (tatsabut) terhadap semua berita miring yang dilontarkan untuk memecah belah barisan kaum muslimin.

    Akan senantiasa terus menerus musuh-musuh dakwah (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah-) berusaha dengan berbagai cara untuk menghancurkan dakwah ini, yang tidak ada di dalamnya keilmiahan sedikitpun melainkan hanya kebohongan dan kedustaan, laa haula wala quwwata illa billah. Wahai para pencari kebenaran, risalah-risalah dan kitab-kitab Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- telah tercetak, diantaranya adalah seperti dibawah ini :

    Al-Aqidah satu jilid, Fiqih dua jilid, Mukhtasor Siroh Nabi, kumpulan fatwa-fatwa satu jilid, tafsir dan Mukhtasor Zaadul Maad satu jilid, Rosail Sakhshiyaah satu jilid, Kitab Hadits lima jilid, Mulhaq dan Mushonnafat satu jilid. Jadi kesemuanya 12 jilid yang telah dikumpulkan oleh Lajnah Ilmiyah yang khusus menangani masalah ini dan berasal dari Jaamiah (Universitas Al-Imam Muhammad bin Suud Al-Islamiyyah), yang dikumpulkan serta diverifikasi oleh DR. Abdul Aziz bin Zaid Ar-Ruumi, DR. Muhammad Biltaaji dan DR. Sayyid Hijab, serta di cetak di Riyadh.

    Maka barangsiapa yang ingin mencari kebenaran, hendaknya ia membandingkan ucapan Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- dengan ucapan musuh-musuh beliau. Karena kitab-kitabnya dan risalah-risalahnya telah tercetak. Kalau ada sesuatu yang benar dari kitab-kitab dan risalah-risalah beliau kita terima, dan kalau ada sesuatu yang salah maka kita tolak, dan kita tidak fanatik kepada seseorang siapapun dia, kecuali Rasulullah yang mana beliau tidak berkata dengan hawa nafsunya melainkan wahyu yang telah diwahyukan kepadanya.

    Adapun kalau kita bersandar perkataan seorang Nasrani yang kafir yang tidak dikenal, yang gemar minum minuman keras sampai mabuk, bahkan dia menyebut kalau dirinya seorang pembohong. Maka keadaan kita persis seperti apa yang digambarkan oleh syair dibawah ini :

    Barangsiapa yang menjadikan seokor burung gagak sebagai dalil (hujjah)

    Maka dia (burung gagak) akan membawanya melewati bangkai-bangkai anjing

    Bagaimana tidak, padahal yang telah jelas dari risalah-risalah dan bantahan-bantahan Al-Imam rahimahullah- bahwasanya, di dalamnya ada penafian (penolakan) terhadap apa-apa yang dikaitkan dengan dakwah beliau yang berupa tuduhan-tuduhan, dan kedustaan-kedustaaan yang tidak pernah beliau ucapkan, bahkan beliau mengingkarinya, dan berulang-ulang beliau mengatakan : Hadza buhtanun azhim (ini adalah suatu kedustaan yang besar).

    Semoga Allah merahmati Imam Adz-Dzahabi yang mengatakan : dan Kami belum pernah menjumpai yang demikian itu dalam kitab-kitabnya. Ketika itu Syaikh Adz-Dzahabi menceritakan beberapa perkara yang dinukil oleh sebagian mereka yang dengannya Imam Ath-Thabari menjadi tertuduh.

    Dan saya (syaikh Malik) katakan : Sesungguhnya apa-apa yang disebutkan dalam mudzakkarat Hamver adalah omong kosong belaka, dan perkataan yang tidak berlandaskan dalil sama sekali. Dan hal ini tidaklah keluar kecuali dari dua macam manusia :

    1. Orang yang bodoh kuadrat, tolol tidak bisa membedakan antara telapak tangannya dengan sikunya.

    2. Orang yang memperturutkan hawa nafsu, ahlul bidah dan musuh dakwah tauhid.

    Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya daging para ulama itu beracun, barangsiapa yang mencela para ulama maka Allah akan mengujinya sebelum ia mati dengan kematian hatinya. Kita memohon kepada Allah perlindungan dan keselematan.

    Mudzakkarat Hamver pada dasarnya adalah sebuah kebohongan (kedustaan) dan Hamver adalah seseorang yang sebenarnya tidak ada, lalu diada-adakan.

    Setelah saya mempelajari mudzakkrat ini telah jelas bagi saya bahwasanya mudzakkarat ini adalah hasil dari khayalan seseorang atau sebuah kelompok yang misinya adalah menjelekkan/menjatuhkan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- dengan kedustaan, kepalsuan. Dan dalil dari perkataan ini sangat banyak, diantaranya :

    1. Dengan mengikuti sejarah yang disebutkan di dalam mudzakkarat, nampaklah bagi kita bahwasanya Hamver tatkala bertemu dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, tatkala itu umur beliau kurang lebih masih 10 tahun. Ini adalah hal yang tidak cocok bahkan bertentangan dengan apa yang ada di mudzakkarat (hlm 30), bahwasanya Hamver berkenalan dengan seorang pemuda yang sering datang ke sebuah toko, dan pemuda itu mengetahui tiga bahasa, yaitu bahasa Turki, Faris, dan bahasa Arab, dan ketika itu ia sedang menuntut ilmu, dan pemuda dikenal dengan nama Muhammad bin Abdul Wahhab. Dan tatkala itu beliau adalah seorang pemuda yang antusias dalam menggapai tujuannya.

    Dan engkau dapat merinci hal itu dengan dalil :

    – Disebutkan di (hlm 13) : Kementrian Penjajah Inggris mengutus Hamver ke Asana (markas khilafah Islamiyyah) tahun 1710 M/1122 H).

    – Disebutkan di (hlm 18) : Bahwasanya dia tinggal di sana selama 2 tahun. Kemudian kembali ke London sebagaimana perintah, dalam rangka memberikan ketetapan yang terperinci tentang kondisi di Ibu Kota pemerintahan.

    – Disebutkan di (hlm 22) Bahwasanya dia berada di London selama 6 bulan.

    – Disebutkan di (hlm 22) Bahwasanya dia pergi ke Basrah dan berada di sana selama 6 bulan. Di Basrah inilah dia (Hamver) bertemu dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah-.

    – Jadi kalau dijumlahkan tahunnya maka dapat diketahui bahwa Hamver ketemu dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- pada tahun 1713 M atau 1125 H dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- lahir pada tahun 1703 M atau 1115 H. jadi waktu ketemu Hamver umur Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- pada waktu masih sekitar 10 tahun. Dari sini dapat diketahui kebathilan dan kebohongan Mudzakarat ini.

    – Disebutkan di dalam Mudzakarat hlm. 100, bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- mulai menampakkan dakwahnya pada tahun 1143 H. dan ini merupakan kebohongan yang nyata, karena Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- mulai menampakkan dakwahnya pada tahun kematian ayahnya yaitu tahun 1153 H.

    – Sesungguhnya sikap pemerintahan Inggris terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah- bukan sikap yang ramah dan bersahabat, tetapi sikap yang bermusuhan.

    – Kita tidak menemukan kitab yang menyebut tentang mudzakarat ini sebelumnya. Dan musuh-musuh dakwah syaikh yang mubarak ini selalu menjelek-jelekkan dakwah ini, menisbatkan semua kejelekan kepadanya, dan anehnya hal ini baru dikeluarkan pada waktu akhir-akhir ini. Hal ini jelas menunjukkan kebohongan dan kedustaan mereka.

    – Hamver adalah seseorang yang tidak diketahui (tidak dikenal), mana maklumat yang menjelaskan tentang dia (hamver) ? tidak ada!!!, bahkan tidak ada maklumat dari pemerintah Inggris yang menjelaskan tentang tugasnya hamver ini.

    – Orang-orang yang membaca mudzakarat ini pasti tidak menduga kalau yang menulis ini orang nasrani, karena banyak ibarat/perumpamaan yang menikam agama Nashrani dan pemerintahan Inggris.

    – Dua naskah terjemahan dari mudzakarat ini tidak menyebutkan tanda-tanda yang jelas mengenai kitab (mudzakarat yang asli), dan ditulis pakai bahasa apa ? sudah dicetak atau masih dalam bentuk manuskrip? itu semua tidak jelas.

    – Penerjemahnya pun tidak diketahui orangnya, pada naskah yang pertama tidak disebutkan sama sekali tentang penerjemahnya. Begitu juga pada naskah yang kedua.

    – Pada naskah terjemahan yang kedua dijelaskan tanggal penerjemahannya yaitu : 25 haziran 1990. Apakah perkara yang sepenting ini dibiarkan begitu saja ? tidak ada yang mengetahui kecuali setelah 199 tahun kematiannya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah-.

    – Kedua naskah itu sepakat bahwa tanggal 2 Januari 1973 pada akhir dari mudzakarat itu. Dan apa yang dimaksud dengan tanggal ini saya tidak tahu ? apakah ini penulisan mudzakarat hamver ini (seperti yang nampak) ? Dan ini membuktikan kedustaan mudzakarat ini, bahwa wafatnya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah 179 tahun setelah tanggal yang disebutkan itu.

    – Semua yang ada di kitab-kitab Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membantah semua yang ada di muzakkarat ini.

    – Sesungguhnya keberadaan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwah beliau sudah merupakan bukti yang cukup kuat untuk membantah apa yang disebutkan di mudzakkarat.

    Sikap Pemerintah Inggris terhadap Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

    Ketika pemerintah Inggris mulai merasakan dari dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang semakin menguat dan meluas di berbagai daerah yang di duduki oleh pemerintah Inggris. Seperti yang terjadi di India, terdapat dakwah Syaikh Ahmad bin Irfan yang terkenal dengan nama Ahmad Barily dan para pengikutnya yang mulai menguasai India dan menentang dakwah sesat dari Mirza Ghulam Ahmad Al-Qodiyani yang di dudung sepenuhnya oleh Inggris dan dan orang-orang yang tidak mengerti Islam sama sekali kecuali hanya sekedar namanya saja.

    Keseriusan pemerintah Inggris untuk menghancurkan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang menyeru manusia untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah ini semakin nampak. Ini terbukti dengan biaya dan tenaga yang sangat besar yang telah keluarkan dalam menghentikan dakwah yang mubarakah ini. Salah satu bukti kuatnya adalah ketika Ibrahim Baasya dari Mesir, berhasil menghancurkan kota Dariyyah di Riyadh, tempat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan raja Abdullah bin Suud bin Abdul Aziz.

    Pemerintah Inggris mengutus George Forster Sadleer yang menjabat sebagai ketua Agen Inggris yang berkedudukan di India untuk melakukan perjalanan panjang dan melelahkan menuju ke Riyadh dengan tujuan memastikan bahwa Dariyyah benar-benar sudah hancur sekaligus memberikan ucapan selamat dan penghargaan kepada Ibrahim Baasya. Setelah melalui perjalanan yang melelahkan akhirnya rombongan Sadleer ini bertemu dengan Ibrahim Baasya pada tanggal 13 Agustus 1819 M di tempat yang bernama Biir Ali di dekat kota Madinah.

    Dari data-data diatas jelaslah kedengkian Hizbut Tahrir terhadap dakwah tauhid yang dilakukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan tidak terbatas pada beliau saja, tetapi Hizb ini membenci semua ulama yang mendakwahkan tauhid. Dibawah ini penulis akan menghadirkan beberapa tuduhan bathil Hizbut Tahrir terhadap para ulama salaf.

    Agar pembaca dapat mengetahui dan membandingkan antara tuduhan Hizbut Tahrir dan fakta yang ada, maka penulis disini sengaja menghadirkan sejarah singkat syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab.

    Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman Attamimi, beliau lahir di sebuah rumah yang terkenal yang penuh dengan ilmu di kota Uyainah tahun 1115 H/ 1703 M. kakek beliau Sulaiman bin Ali bin Musyrif adalah seorang ulama yang terkenal pada zamannya, beliau adalah orang yang dijadikan rujukan para ulama pada zamannya. Beliau menulis sebuah kitab yang sangat terkenal dalam masalah Manasik Haji. Begitu juga pamannya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, juga seorang ulama ahli fiqih, ayah syaikh Abdul Wahhab bin Sulaiman seorang Hakim yang juga Ahli fiqh.

    Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang yang cerdas, hafal Al-Quran sebelum usia 10 tahun. Belajar Fiqih Hambali pada ayahnya. Syaikh Abdul Wahhab kagum dengan kecerdasan anaknya dalam menerima pelajaran.

    Di samping itu Syaikh Muhammad juga belajar dari beberapa guru di berbagai daerah, sampai ke Madinah. Setelah memahami ilmu tauhid dari Al-Quran dan Sunnah, beliau melihat di kotanya Najd banyak terjadi kesyirikan, khurafat, dan bidah yang merajalela. Beliau menyaksikan para wanita yang belum menikah pergi ke pohon-pohon kurma yang dikeramatkan dan bertawassul (meminta) kepada pohon-pohon kurma itu agar mereka diberikan jodohnya pada tahun ini. Di Hijaz beliau melihat orang-orang mengkeramatkan kuburan para sahabat dan ahlul bait, dan di kota suci Madinah Al-Munawwaroh yang dulu merupakan pusatnya tauhid, beliau menyaksikan bagaiman manusia beristigosah dan berdoa kepada kepada Rasulullah, yang mana hal itu menyelisihi Al-Quran dan Sunnah seperti yang difirmankan Allah dalam surat Yunus :

    Janganlah kalian menyeru kepada selain Allah yang tidak mampu memberi kalian manfaat tidak pula memberikana bahaya. Jika kalian melakukannya maka sesungguhnya kalian adalah termasuk orang-orang yang zhalim.

    Dan hadits Rasulullah :

    Jika kamu meminta maka memintalah hanya kepada Allah dan jika kamu memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah.

    Menyaksikan semua kemungkaran itu, beliau bangkit dan segera memulai dawah beliau dengan memurnikan ketaatan kepada Allah, memurnikan tauhid masyarakat Arab yang tercampur dengan Syirik, khurafat, dan bidah. Beliau seakan-akan membawa agama baru bagi masyarakat Arab pada waktu yang tengah tenggelam dengan kesyirikan, bidah dan khurafat.

    Mulailah terjadi perlawanan dari kelompok-kelompok sesat yang merasa dirugikan dengan adanya dakwah Syaikh ini, kemudian mereka mencoba mengadakan perlawanan baik fisik maupun pikiran. Fitnah dan tuduhan keji mulai di arahkan kepada beliau, dengan menyebut semua yang menyelesihi adat dan kebiasaan mereka disebut Wahhabi segala sesuatu yang konotasi jelek disebut Wahhabi, namun beliau tetap berdakwah kepada Allah, memperingatkan manusia dari bahaya yang mereka lakukan, berusaha mengumpulkan kalimat mereka diatas kebenaran, dan dalam satu kepemimpinan yang ditegakkan pada mereka perintah Allah, dan mereka berjihad dijalan Allah, maka beliau bersungguh-sungguh dalam melaksanakan hal ini, berdakwah kepada Allah, berhubungan dengan para pemimpin, menulis kitab-kitab tentang tauhid/perintah untuk meng-Esakan Allah, dan melaksanakan syariat, serta meninggalkan kesyirikan.

    Beliau senantiasa bersabar atas yang demikian itu, mengharapkan pahala dari Allah. Sesudah beliau mempelajari dan memperdalam agama dari para ulama di negeri itu dan selainnya, beliau berusaha bersungguh-sungguh dalam berdakwah kepada Allah dan berjihad di jalan-Nya, mempersatukan umat di kota Huraimala pada awalnya, lalu di Al Uyainah, lalu berpindah – sesudah beberapa perkara – ke Dar’iyyah, dan Muhammad bin Suud membaiatnya untuk berjihad di jalan Allah, untuk menegakkan perintah Allah maka mereka semua adalah orang-orang yang benar dalam hal ini, saling tolong-menolong, maka merekapun berjihad hingga Allah memberi kemenangan dan menguatkan mereka. Meka merekapun menyiarkan tauhid, mengajak manusia kepada kebenaran dan petunjuk dan menerapkan syariat Allah terhadap hamba-hambaNya.

    Disebabkan kejujuran dan istianah (meminta pertolongan) kepada Allah, dan karena tujuan yang benar Allah menolong dan menguatkan mereka. Dan cerita tentang mereka itu sudah tidak asing lagi bagi mereka yang memiliki pengetahuan meski sedikit.

    Setelah Muhammad bin Suud, kemudian datanglah Raja Abdul Aziz (sesudah masa yang penuh dengan kekacauan dan perpecahan), beliau bersungguh-sungguh dalam memperbaiki keadaan umat ini sambil memohon pertolongan kepada Allah, kemudian meminta bantuan para ulama, maka Allah pun menolong dan menguatkannya, serta mempersatukan kalimat kaum muslimin Jazirah ini. Di atas Syariat dan di jalan-Nya, sehingga tegak dan bersatu jazirah ini dari penjuru utara hingga selatan, timur hingga barat di atas kebenaran dan petunjuk, dengan sebab kejujuran, jihad, dan menegakkan kalimat Allah.

    Dalam menyingkapi fitnah terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan agar pembaca bisa menilai dengan adil, maka marilah sejenak kita simak perkataan Syaikh Muqbil bin Hadi -rahimahullah-:

    Maka jika kita melihat ketika diutusnya Nabi kita Muhammad r dan melihat perbuatan (jahat) orang-orang kafir dan musuh-musuh Islam kepada Nabi kita Muhammad r, lalu kita menyaksikan akhir kesudahan yang baik itu adalah bagi orang bertakwa. Dan demikianlah sesudah Nabi kita Muhammad r hingga zaman kita ini yang dianggap sebagai zaman fitnah, fitnah yang bermacam-macam yang tidak akan mengetahui banyaknya fitnah itu melainkan Allah U.

    Dalam zaman ini yang tercampur padanya kesyirikan dan hal-hal jelek bagi kaum muslimin, terdapat kebangkitan yang diberkahi yang mana keutamaan dan karunia ini adalah karena Allah. Dia-lah yang memberkahi, menumbuhkan dan menunjuki jalannya. Lalu musuh-musuh Islam bermaksud menjauhkan manusia dari kebangkitan yang diberkahi ini dengan memberikan bermacam-macam julukan dan nama untuk memalingkan kaum muslimin dari kebangkitan yang diberkahi ini, dan kesadaran yang diberkahi.

    Dan kami berbicara insya Allah- tentang satu julukan, walaupun (segala puji bagi Allah) banyak saudara-saudara kita tidak mengetahui tentang hal ini. Akan tetapi ini termasuk dari (melaksanakan) bab : “Hendaknya seorang yang tahu menyampaikan kepada orang yang tidak tahu”. Karena sesungguhnya Nabi r bersabda :

    “Hendaknya orang yang hadir menyampaikan kepada orang yang tidak hadir”.

    Dan beliau r bersabda :

    “Semoga Allah memperindah yang mendengar perkataanku, lalu menyapa, menghafal dan menyampaikannya”

    Itulah kata buruk yang disebarkan oleh orang-orang komunis, pengikut partai ba’ats, pengikut pemahaman Jamal Abdul Nasir, orang-orang Syi’ah, orang-orang Sufi ahli bid’ah, mereka menyebarkannya dilingkungan masyarakat kita untuk menghalangi manusia dari sunnah Rasulullah, kata-kata itu adalah kata “Wahabiyyah”, maka barangsiapa berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah, mereka menjauhkan manusia darinya dan memberikan julukan itu agar manusia lari darinya.

    Dan sepatutnya diketahui, bahwasannya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah termasuk ulama yang hidup pada abad ke-12 Hijriyah, beliau seorang ulama yang bisa benar dan bisa salah, kalaulah kita orang-orang yang buat “Taklid” (mengikuti tanpa dasar) tentulah kita akan “Taklid” kepada ulama Yaman kita yaitu Muhammad bin Ismail Al-Amiir Ash-Shan’ani beliau hidup sezaman dengan syaikh Muhammad bin Abdul Wahab-, dan beliau lebih alim daripada syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, akan tetapi syaikh Muhammad bin Wahab dakwahnya diberi kekuatan oleh Allah dengan kekuasaan dan tersebarlah ilmunya. Dan Muhammad bin Ismail Al-Amiir yang hasil karya beliau (karangan-karangannya) memenuhi dunia. Kaum muslimin mendapat manfaat dari kitab-kitabnya, walaupun orang-orang Yaman menghancurkan beliau dan mereka berkehendak mengusirnya dari negeri Shan’a (Yaman)

    Itulah kata (Wahabiyyah) yang dengannya manusia dijauhkan dan dihalangi dengannya dari sunnah Rasulullah, wajib bagi kalian untuk berhati-hati dari perkaranya dan kalian hendaknya melihat apa maknanya.

    Kata itu (Wahabiyyah) adalah dinisbatkan kepada seorang ulama dan bukanlah dinisbatkan kepada “Marx” dan bukan pula dinisbatkan kepada “Lenin” dan bukan pula dinisbatkan kepada “Amerika” dan bukan pula dinisbatkan kepada “Rusia” dan bukan juga dinisbatkan kepada “Para pemimpin musuh-musuh Islam” dan kami tidak memperbolehkan seorang muslim untuk menisbatkan dirinya kecuali kepada Islam dan kepada Nabi kita Muhammad r.

    Sepatutnya kalian berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam masalah ini. Nabi Sulaiman u ketika burung Hud-hud mengabarinya apa yang dilakukan oleh Ratu Saba’ dan kaumnya :

    Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mu’min)?” Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu): “Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir”. (An-Nahl 27)

    Dan Allah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia :

    Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Al-Hujurat 6)

    Kami berbicara tentang hal ini bukanlah lantaran Ahli Sunnah dan Ahli Agama di “Dammaj” (tempat Syaikh Muqbil bermukim) karena sesungguhnya dakwah mereka (Segala Puji bagi Allah) diterima oleh penduduk Yaman, akan tetapi permasalahannya adalah propaganda ini telah melanda negeri Saudi Arabia, Mesir, Sudan, Syam, Iraq dan seluruh negeri-negeri Islam. Barangsiapa berpegang teguh kepada Agama, mereka berkata : “Itu adalah Wahabi”.

    Dan Allah berfirman dalam kitab-Nya :

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syi`ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Al-Maidah2)

    Dan Nabi Muhammad r bersabda sebagaimana dalam shahih muslim,

    “Orang muslim adalah saudara muslim lainnya. Ia tidak akan mendhaliminya, menghinakannya dan tidak meremehkannya. Ketakwaan itu adalah disini (beliau menunjuk)

    Kami memperingatkan tentang propaganda ini, karena rasa kasih sayang kepada saudara-saudara mereka secara umum dari berburuk sangka kepada saudara-saudara kita para dai yang menyeru ke jalan Allah Azza wajalla dan hendaknya mereka tidak mengganggu saudara-saudara mereka para dai di jalan Allah, karena Allah berfirman dalam Al Quran :

    Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mumin dan muminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (Al Ahzab : 58)

    Dan Perkaranya adalah sebagaimana pepatah :

    Lempar Batu Sembunyi Tangan

    Perkaranya (adalah sebagaimana telah dikatakan) bahwasanya komunis, pengikut partai baats, ……….berbeda dengan ahli sunnah wal jamaah dan para dai yang menyeru kepada Allah, dan Allah berfirman :

    Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian di tuduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya i a telah berbuat suatu kebohongan yang nyata. (An Nisa : 112)

    Dan aku katakan kepada saudara-saudara para dai yang menyeru kepada Allah di seluruh negeri Islam : Hendaknya mereka bersungguh-sungguh menyingsingkan lengan (dalam berdakwah), dan hendaknya mengharapkan wajah Allah (dalam berdakwah), bukan lantaran ingin mendapatkan kursi, kedudukan, dan bukan pula lantaran ingin mendapatkan sedikit kehidupan dunia, sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal kecuali jika amal itu didasari keikhlasan untuk mengharapkan wajah Allah, berdakwah kepada Allah lebih tinggi nilainya daripada kursi, kedudukan dan sedikit kehidupan dunia ini.

    Dan siapakah yang lebih baik perkaataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata : Sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri. (Fushilat :33)

    Ya, Allah berfirman :

    Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An Nisa :104)

    Kalian mempunyai Al Quran dan sunnah Rasulullah r, sedangkan musuh-musuh kalian dari kalangan kaum komunis, pengikut partai baats, pengikut pemahaman Nasirin, syiah, Sufiyyah, propaganda mereka dibangun diatas kedustaan, kebohongan, pengkhianatan. Sedangkan para dai yang menyeru kepada Allah tidak ada yang menolong mereka melainkan Allah, dan cukuplah Allah sebagai penolong. Dan Allah berfirman dalam Al Quran untuk mengokohkan hamba-hamba-Nya yang beriman :

    Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, (Ali Imran : 139-140)

    Dan Allah juga berfirman :

    Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu. (Muhammad : 35)

    Akan tetapi sepatutnya dakwah itu bukanlah dakwah untuk pemberontakan dan penggulingan, karen dakwah seperti ini lebih banyak kerusakandaripada kebaikannya, dakwah itu adalah mengajak kaum muslimin kembali kepada Al Quran dan sunah nabi mereka Muhammad Rasulullah r.

    Allah berfirman :

    “Dan katakanlah: Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (Al Isra : 81)

    Dalam ayat yang diberkahi ini terdapat berita gembira dari Allah bahwasanya kebatilan tidak akan mampu berdiri kokoh didepan kebenaran, dan Allah berfirman :

    Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (Ar Radu : 17)

    Maka kami memuji kepada Allah yang membangkitkan penduduk Yaman khususnya, dan juga penduduk Najd di Al Haramain, dan di Mesir, sungguh banyak diantara mereka menjadi orang-orang yang tidak terpengaruh dengan propaganda yang keji ini yang mana proopaganda ini ditujukan kepada seorang ulama yang dipuji oleh ulama Islam. Muhammad bin Ismail Al-Amir An-Shanani -rahimahullah- berkata tentang diri syaikh Muhammad bin Abdul Wahab :

    Telah datang kabar gembira (datangnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab)

    Yang telah mengembalikan syariat Islam

    Beliau singkap kebodohan orang jahil dan mubtadi maka beliau bersamaku

    Beliau bangun kembali tiang-tiang agama dan menghancurkan kuburan-kuburan keramat yang membuat manusia sesat

    Mereka membuat kembali berhala-berhala seperti suwa yaghuts, wad dan ini sejelek-jeleknya

    Dan mereka memohon kepada berhala-berhala itu dikala susah seperti seorang yang meminta Allah Yang Maha Esa

    Berapa banyak orang yang thowaf dikuburan sambil mencium dan mengusap dinding-dinding kuburan dengan tangan-tangan mereka.

    Maka wajib bagi para dai yang menyeru kepada Allah untuk menetapkan kebenaran, dan sungguh kami telah mengatakan dalam beberapa pelajaran maupun khutbah bahwasannya propaganda itu adalah kedustaan untuk menyandarkan diri kita kepada syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, sesungguhnya kami tidak ridha untuk dinisbatkan melainkan kami hanya ridha kami dinisbatkan kepada Rasulullah r yang memberi syafaat kami dan yang kami cintai, yang mana Allah mengeluarkan kami dengan perantaraan beliau r dari kegelapan kepada cahaya. Propaganda-propaganda itu akan hilang sebagaimana pernah dijuluki As-Shabi artinya orang yang keluar dari agama nenek moyangnya dan berganti agama dengan agama lain. Adapun kita tidaklah keluar dari agama kita berganti dengan agama lainnya kita tidak mengkafirkan bapak-bapak kita, kakek-kakek kita, sebagaimana persangkaan mereka ! dan kita tidaklah mengkafirkan para wali dan tidaklah membenci ahlul bait (keluarga Nabi), dan kita telah membicarakan tentang
    keutamaan-keutamaan keluarga Nabi dalam beberapa ceramah. Dan kita tidak membenci orang-orang shalih dan kita tidak mengkafirkan masyarakat kita, dan kita tidak memperbolehkan untuk keluar dari ketaatan pemerintahan muslim, maka hendaknya orang yang menyaksikan hal ini menyampaikan kepada orang yang tidak hadir, dan sesudah ini propaganda itu akan lenyap dan akan menjadi sebab bagi tersebarnya sunnah Rasulullah r, Allah berfirman dalam Al-Quran :

    “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mu’minin dan mu’minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.” (An-Nur 11-12)

    Jika kamu mendengarkan seseorang berkata : Itu orang Wahabi, maka ketahuilah bahwa ia termasuk dari salah seorang dari dua orang ini :

    4 Mungkin ia seorang yang melakukan perbuatan keji.

    4 Atau mungkin seorang yang bodoh tidak mengetahui hakekat ini.

    Ini adalah kedustaan yang besar terhadap para dai yang menyeru kepada Allah, Allah berfirman dalam Al-Quran:

    “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (An-Nur 19)

    Allah telah menamai kita sejak zaman dahulu sebagai seorang muslim dan kita umat Muhammad r tidak meridhai Nabi Muhammad diganti, kami tidak meridhai untuk menisbatkan diri kami kepada Syafii atau Zaidi atau kepada Wahabi atau selain ini. Mereka itu semua adalah para ulama yang agung yang menganggap jahat orang yang menisbatkan dirinya kepada mereka.

    Saya menasehatkan kepada setiap saudara seagama untuk membaca kitab beliau rahimahullahu yaitu Kitabut Tauhid niscaya kalian akan melihat ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Nabi. Kitab itu adalah kitab yang agung walaupun didalamnya ada hadits-hadits yang dhaif, namun tidaklah memberi mudharat.

    Sungguh saya telah menerangkan dalam kitab An-Nahju Asy-Syadidu , lihatlah disana

    Janganlah kalian menjadi bunglon tapi hendaklah kalian mengatakan jika manusia berbuat baik maka kami akan berbuat baik, dan jika mereka berbuat dhalim maka kami akan berbuat dhalim, akan tetapi tanamkanlah dalam jiwa-jiwa kalian jika manusia berbuat baik kalian akan berbuat baik, dan jika mereka berbuat jahat maka janganlah kalian berbuat jahat. Wallahumustaan.

    Itulah pendapat Syaikh Muqbil terhadap orang-orang yang menisbatkan sesuatu yang jelek kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan memberinya julukan Wahabi. Seorang ulama yang lain berkata :

    Pada masa lalu Imam Syafii dituduh sebagai seorang rafidhi (pengikut syiah rafidah), dan beliau (Imam Syafii) menjawab :

    Jika orang yang cinta kepada Muhammad itu disebut Rafidhah

    Maka saksikanlah wahai manusia bahwa saya Rafidhi
    Jika orang yang mengikuti Nabi Muhammad disebut Wahhabi

    Maka saya mengikrarkan bahwa diri saya adalah seorang Wahhabi.

    Footnote :

    2. Demikian pula apa yang dimuntahkan oleh al-Mudzabdzab al-Hizbi dan Abu Rifa al-Buali (pembual) ash-Shufi al-Bidi yang jahil murokkab. Insya Allah akan saya berikan bantahan khusus terhadap syubuhat kedua orang bodoh ini. (Abu Salma)

    3. Abu Salma : Ahbasy ini adalah jamaah takfiri yang sangat sesat dan menyesatkan, Syaikh Abdurrahman bin Said ad-Dimasyqiyah memiliki bantahan yang cukup tebal terhadap kesesatan al-Ahbasy ini yang berjulul Mausuat Ahlis Sunnah

    4. Ini sama dengan dimuat di majalah Manarul Huda; milik kelompok Al-Habasyiyah Al-Haruriyyah, (kelompok sufi exterm yang memusuhi dakwah syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) edisi 28, bulan Ramadhan 1415 H./1995 M. hal. 62, dikatakan sebagai berikut : Dan Pada tahun 1125 H/1713 M mata-mata Inggris Hamver bekerja sama dengan syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menghapus/melenyapkan Islam. Dan syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menyebarkan kebohongan-kebohongan yang diperintahkan oleh mata-mata/intel Inggris dengan nama Wahabiyyah.

    5. Lihat kitab dengan judul : Unwanul Majd fi Tarikhil Najd, yang ditulis oleh Utsman bin Basyar, 1/29.

    6. Masud An-Nadwi, Muhammad bin Abdul Wahhab Muslih Madhlum wa muftara alaihi, Mamlakah Arabiah : Kementrian urusan Wakaf dan Dakwah, 1999), hal. 146.

    7. Masud An-Nadawi, Muhammad bin Abdul Wahhab Muslihun madhlumun wa muftara alaihi, (Kementrian Wakaf dan Dawah KSA : Mekkah, 1420/2000), h.37-39.

    8. Muhammad bin Jamil Zainu, Manhaj Firqotun Najiyah,h. 48-49.

    9. Abdul Aziz bin Baz, Asbab dhofil Muslimina amama aduwwihim wa wasail ilaj lidalika, Majalah Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah, Surabaya, Edisi 10, 1425 H/2004.

    Sumber : http://www.abusalma.cjb.netgeovisit();

    Balas
  • 10. Haryo  |  Juni 1, 2007 pukul 2:11 pm

    artikel ttg salafy = agen mossad itu fitnah

    Balas
  • 11. narimo  |  Juni 30, 2007 pukul 8:10 am

    koq akhirnya jadi ajang pamer kopi paste.
    apa itu bukti bahwa kapasitas otaknya hanya kopi paste??????

    Balas
  • 12. albani  |  Juli 9, 2007 pukul 10:12 am

    Memang benar perkataan Nabi SAW,dan ini bukti kenabian beliau SAW.orang2 yang selalu berpergan teguh dgn sunnahnya sampai akhir zaman pasti akan terus difitnah-terutama para ahlul hawa dan ahlul bida’.namun Nabi menegaskan,fitnah itu tidak akan membinasakan mereka. buat yg menulis fitnah ttg salafiyyin, ana hanyaberdo’a, agar antum diberikan hidayah oleh ALLAH Azza wa Jalla’, bahwa sikap antum itu salah. buat para salafiyyin, ana berharap agar tidak termakan fitnah ini, karena sungguh ini anggapan yang bathil. apalagi perkataan yg seakan-akan membenarkan bahwa syiah itu bagian dari Islam, padahal sudah jelas firqah ini telah diperangi sejak pemerintahan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum.

    Balas
  • 13. abu yusuf  |  Juli 14, 2007 pukul 5:10 pm

    Ikhwan fillah semoga tetap di jalanNya.
    Kami hanya berusaha untuk menunjukkan nasehat sesuai dengan kemampuan kami. Jika kami baru bisa copy paste maka itu lebih baik daripada kami harus berkata tanpa Ilmu. Rujukan-rujukan juga kami sampaikan karena kami memang belum bisa hafal dan paham Al Quran dan AsSunnah dan masih selalu berusaha mudah-mudahan Alloh selalu memudahkan, karenanya kami tunjukkan kepada mereka yang berilmu dan paham Al Quran dan AsSunnah yang sesuai dengan pemahaman para salfushsholih. Wallohua’lam

    Balas
  • 14. HE_HE_HE  |  Juli 18, 2007 pukul 2:22 pm

    @narimo :

    copy ———–>>> blok lalu kontol c
    paste ————–>>> kontol v.

    emang loe mau ape ???

    bulllsssssshheeeeeeeeeeettttt

    bagi gw amrik nasrani harus punah …
    budha hindu belakangan …
    komunis giliran selanjutnye ….
    konco amrik … ya si Saudi itulah …. biar taliban nyang ngabisin …
    lha kalo NU nyang demen goesdoer … ntar mati siape nyang nahlilin.. ???
    TAHLEELLLL .. TAHLLEEEEELLLL …

    Balas
  • 15. abu hudzaifah  |  Juli 22, 2007 pukul 4:51 am

    bagi ana org2 seperti antum juga harus musnas 🙂 jaga lisan nya mas

    Balas
  • 16. MQ  |  Juli 25, 2007 pukul 9:12 am

    untuk HE_HE_HE

    Anda tau TEKO kan ? tempat minum. Kalau isinya kopi ya keluarnya kopi. isinya item keluarnya juga item.

    Tahu artinya TAHLIL kan ? Tolong yg lain kasih tahu artinya apa TAHLIL

    Sebetulnya dalil Maulid, TAHLIL dsbnya ada, cuma yg jadi masalah mau terima gak. Baca saja gak mau. Ya udah dech bener sendiri saja.

    Qur’an saja tafsirnya banyak. Apalagi HADIST. Yg satu bilang sahih yg lain bilang dhaif. Yang paling parah yang bilang semua BIDAH itu dolalah gak ada yang hasanah. Imam Syafii saja bilang ada Bid’ah Hasanah.

    Beda pendapat itu kan biasa. Lah wong para imam madzhab saja beda gak saling bilang ‘SESAT’ kok. Aneh…aneh…banyak orang sakti nih….

    Balas
  • 17. aq  |  Agustus 3, 2007 pukul 2:00 am

    Kayaknya ada yang butuh pertolongan nih!!!!!!!!!!!!!!!

    Balas
  • 18. samaranji  |  Agustus 6, 2007 pukul 11:10 am

    ASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.

    katur kagem sedulur he_he_he (siapapun anda)
    SUMONGGO anda berpendapat sak’udele dw

    seseorang berpendapat sesuai frame referensi dan frame experience-nya,
    keliatan banget referensi & pengalaman sdr he_he_he sedangkal apa.
    perlu diingat, bahaya laten umat Islam >> KEMUNAFIKAN

    WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.

    Balas
  • 19. Abdullah  |  Agustus 7, 2007 pukul 4:56 pm

    1. Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab perlu saudara pelajari kembali, supaya tidak

    sembarangan menyebut kata2 “Wahabi”. Belajar disini :

    http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=57

    2. Apa dan bagaimana Dakwah Salaf, coba saudara pelajari lagi, salah satu link :

    http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=72
    http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=82
    (kata kunci: salaf)
    tidak ada maksud lain, agar saudara bisa paham/mengerti/mudeng apa itu salafi.

    3. Parasit yang mengacau, fitnah ini muncul karena Salafi dianggap merebut Masjid NU :))

    hahaha… besok – besok Muhammadiyah juga akan teriak2 Masjid Muhammadiyah direbut orang…

    tolong… tolong… hahahaha… lucu bagi saya..

    Satu sanggahan saja : Masjid itu Rumah Allah, tempat kaum muslimin beribadah, siapa2 yang

    membangun Masjid akan mendapatkan pahala disini Allah. Kalau NU ataupun Muhammadiyah membangun

    Masjid lantas mengatakan itu milikku/punyaku (artinya bukan Rumah Allah) Siapapun bahkan anak

    kecil dapat menilai bahwa membangun Masjidnya TIDAK IKHLAS (Insya Allah) Jadi luruskan NIAT2 kita

    semua dalam membangun Rumah Allah, jangan karena awalnya Imam NU atau Muhammadiyah lalu

    digantikan dengan Imam Salafi.. lantas teriak Masjidku dirampas… Luruskan Niat kalian semua

    dalam membangun/memakmurkan Masjid Allah. (Sekaligus komentar atas tulisan2 yang merasa Masjid NU

    dirampas, entah itu dalam Blog ini ataupun dalam http://www.nu.or.id/page.php )

    4. Buat admin, luruskan NIAT untuk mendapatkan Ridha Allah dan banyak2lah belajar agama, sehingga

    bisa menyaingi Ilmu agama Para Dewan Fatwa Saudi Arabiya. Amin

    Balas
  • 20. muhammad  |  September 8, 2007 pukul 7:06 am

    kebencian yang sangat dan hasad yang didasari tanpa ilmu telah membutakan mata antum terhadap dakwah salafiyyah dakwah yang haq ini, mendekatlah kepada kami.. tentu beda orang yang melihat dengan kepala sendiri dengan orang yang hanya mendengar sana-sini tanpa peduli apakah berita itu shahih ataukah tidak asalkan berita itu menyerang dakwah salafiyyah, langsung antum ambil. Kalau seandainya negara Saudi melakukan kesalahan, maka hendaknya kita maklumi dan sikapi sesuai kadar mereka sesama muslimin. Mereka bukanlah orang-orang yang ma’shum, mereka bukanlah Nabi, Apakah antum akan bersikap seperti itu dengan penguasa kita di Indonesia ini?
    semoga Allah ‘Azza wa Jalla memberikan hidayah dan taufik kepada kita semua..
    Tanpa terasa, antum sendiri terjatuh pada sikap suka menyesatkan dan merasa bener sendiri, khususnya terhadap yang antum katakan sebagai wahhabi.. ana sarankan antum -semoga Allah ‘Azza wa Jalla memberikan hidayah dan taufik kepada kita semua- menyempatkan membaca majalah Asy-Syariah untuk edisi yang membahas dakwah tauhid Syaikh Muhammad ibnu Abdilwahhab tanpa ada perasaan dengki dan hasad hanya karena kami menegakkan amar ma’ruf nahi munkar kemudian antum tuduh sebagai yang paling bener sendiri.. Kalau dakwah tidak ada pengingkaran terhadap perkara keliru, akan hancur agama ini karena semua orang bebas beragama sesuai hawa nafsunya..
    Ini komenterku yang pertama dan yang terakhir.
    semoga Allah ‘Azza wa Jalla meluruskan lisan-lisan kita dan perasaan dengki dan hasad terhadap sesama saudara muslimin.
    Semoga Allah tabaraka wa ta’ala memberikan hidayah, taufik, dan kesehatan kepada kita semua agar bisa berbuat adil walaupun terhadap orang yang kita benci, dan menjalani agama ini sesuai dengan apa yang telah dijalani oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat yang mulia, tanpa ada taqlid buta, tapi beragama dengan ilmu sesuai kitab dan sunnah dengan pemahaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat yang mulai..

    Balas
  • 21. Ampera  |  Oktober 6, 2007 pukul 6:48 pm

    ndak usah jauh-jauh pake referensi Arabiya

    wahabi memang jongos bangsa barat dan senang dikibuli Inggris dan berkawan setia dengan Amerika, dengan persohiban tersebut sering kali merasa terpinggirkan dengan globalisasi

    Buku “Di Bawah Bendera Revolusi” (Ir Soekarno) jelas menyebutkan bahaya laten wahabi

    Raja-raja Arab sok hedonis menganggap tentara bayaran Amerika yang bercokol di Dahran adalah budak, adalah tindakan apologi belaka

    Balas
  • 22. lr  |  Oktober 11, 2007 pukul 9:17 am

    Hm,nyasar juga diweb ini. Saya cuma ingin menasehatkan kepada saudaraku kaum muslimin, mari kita beragama dengan ilmiyah berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam.. Karena dalam ilmu-ilmu lain yang kita pelajari, kita selalu dituntut agar ilmiyah, kenapa dalam beragama (yang merupakan tujuan akhir kita), kita susah ilmiyah?

    Hm…Hidup ini pilihan. Dan kita tidak perlu repot-repot bertanggung jawab dengan pilihan orang lain. Mau komentar apa tulisannya, mulutnya, hidupnya, yang bakal tanggung jawab juga dia. Ada malaikat yang sedari awal kehidupannya mencatat seluruh rekaman hidupnya dan ada Allah Yang Maha Tahu akan segala hal.. sampai diujung hati dan kedalaman jiwanya…, Allah Yang Maha Tahu.

    Segala puji hanya milik Allah…

    Ya Allah, berkahilah kaum muslimin, ampunilah dosa-dosa kami…dan tegarkanlah kami dimanapun kami berada…,jangan jadikan kami sumber fitnah yang malah akan menjadi pengabur risalah Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa sallam.

    Allahumma baa’id baynii wa bayna khotoyaya…Kama baa’adta baynal masyriqi wal magribi…

    Allahumma naqqinii..min khotoyayaa.. kama yunaqqatstsaubul ‘abyadhu minad danaas…

    Allahumma gsilnii…min khotoyaa. bil maa i wats salji wal baraad…

    amin.

    Balas
  • 23. azaytun  |  Oktober 24, 2007 pukul 6:46 am

    …. 🙂

    Balas
  • 24. abdullah  |  Oktober 24, 2007 pukul 11:17 am

    Kaum Muslimin yang semoga Allah memberikan anugerah kesatuan pada kita.

    Tidak sedikit saya jumpai saat berselancar di internet dan dilapangan ana temui perdebatan antara salafy dan bukan salafy, masing2 berhujjah dengan dalil-dalil yang telah dipersiapkan dan selalu seperti apa yang kita duga bersama tidak ada titik temu dan yang tersisa didalam hati, akan datang dilain waktu dengan membawa amunisi yang baru, seakan-akan umat islam ini sudah tidak punya pekerjaan lain yang lebih berat, yang perlu uluran tangan segera.Lihatlah apa yang dikatakan Ibnu Umar saat datang rombongan dari Bagdad di antara mereka di dalam satu majlis Ibnu Umar bertanya tentang” bagaimana hukumnya
    darah nyamuk? Muka Ibnu Umar merah padam menahan amarah lalu di jawab” kalian menanyakan tentang hukumnya darah nyamuk sedang di negeri kalian cucu Rasulullah kepalanya dipenggal.
    Belaiau adalah salafussoleh yang harus kita jadikan teladan juga,marilah kita berfikir jernih,dan jadilah kita orang yang bisa merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita baik itu dalam manhaj da’wah dan hubungan sosial.Dari kisah diatas, kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita harus bersinergi untuk melaksanakan semua agenda ummat. Da’wah aqidah perlu tapi menyelamatkan Rakyat Palestina juga tidak kalah penting,memberantas bid’ah dan khurafat perlu tapi jangan lupa membenahi pemerintahan yang Zolim dan korup jangan dilupakan,nah jika kita bisa bersinergi maka agenda menyelamatkan ummat bisa lebih ringan.Anehkan kalau kita katakan jauhi bid’ah dan kurafat ikuti sunnah, sedang tetangga kita anaknya merintah kelaparan,tidak bisa baca tulis karena ketiadaan biaya, orang tuanya masuk penjara karena mencuri ayam untuk menafkahinya,apa arti itu semua? Saya juga banyak berinteraksi dengan semua golongan, dan saya jadi lumayan bisa intropeksi diri dari kekurangan2 mereka dan juga perlu untuk disampaikan misalnya: saudara2 salafy sangat keras anjuranya kepada ummat untuk hal-hal sunnah, namun kenyataanya, dikomunitas salafy dimana saya tinggal, di bulan Ramadhan 1428 ini,masjid2 banyak yang kosong di sepuluh hari terakhir padahal Rasul tidak pernah tinggal beri’tikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan,malah ada diantara mereka yang ikut sport competition yang mana turnamen itu rutin dilakukan disetiap bulan Ramadhan, tapi mereka nggak gelisah,apa sunnah perlu dibeda-bedakan? sunnah hanya celana harus diatas mata kaki dan berjenggot saja? yang lucunya mereka rekan2 saya tersebut sangat meyakini bahwa mereka adalah Ahlussunnah dan dijamin masuk Syurga, demikian juga sebagian dari kelompok lain yang terlalu menganggap ringan sunnah, shalat berjama’ah dimasjid karena dianggap sunnah maka Shaf shalat berjama’ah nyaris hanya Imam dan muazin.Dunia ini terus berkembang dan masalah ummat juga terus berkembang,mari kita bersinergi.Fatwa2 dari saudara kita salafy juga ada yang berubah, dulu mereka mengharamkan kuliah, sekarang tidak,ada jama’ah yang lain yang sangat ketat terhadap kaum wanitanya, saat terjadi diskusi dengan saya,saya tanya pendapatnya tentang urgensi wanita juga penting menuntut ilmu umum (bukan khusus sekolah agama),katanya tidak perlu, namun pada saat saya tanya apa hukum wanita memeriksakan kandunganya kepada DR. spesialis kandungan yang hanya orang laki2? bingung tidak bisa jawab.Saya jadi bertanya-tanya dalam hati,terhadap saudara kita salafy tentang partai, demokrasi dan lain2 yang mereka katakan haram, padahal itu adalah peraturan pemerintah, sebagaimana dipemerintahan negara lain yang otoriter, kalau da’wah mereka diberangus karena melawan aturan pemerintah bagaimana? bukankah mudorot yang lebih besar kepada mereka? dan apakah mereka juga bisa komitment? jika yang memerintah nanti adalah jama’ah da’wah yang mereka kurang sukai? sekali lagi, mari kita mulai dari semua lini dari elit sampai akar rumput ummat untuk bisa bersinergi, ummat islam Indonesia lebih dari 100 juta orang dan tidak mungkin kita bisa tangani sendiri belum lagi terhadap ummat lain.

    Wassalam
    Abdullah

    Balas
  • 25. cabil  |  Oktober 29, 2007 pukul 2:43 am

    semoga kita dilindungi dari ajaran sekte salafy. sekte ini terbilang bungsu tapi bandelnya minta ampun.
    baru ngaji seminggu di daurah eh udah merasa lebih hebat dari algazali.

    Balas
  • 26. Hambali  |  Oktober 29, 2007 pukul 2:26 pm

    dari awalnya gerakan wahhabi memang didukung oleh Inggris, maka tak heran jika mereka kini jadi sekutu AS dan Israil.

    Balas
  • 27. ziyad-hamzah  |  November 9, 2007 pukul 2:56 am

    Saya cm mengajak kita semua berpikir obyektif, tidak subyektif. Tidak merasa benar sendiri 100%, MAri kita telaah pelan2 ya..
    simak baek2, baik yg salafy indonesia, salafy a, ba dsb..:
    1.Pihak salafy, selalu menggunakan penjelasan umum untuk penjelasan khusus.
    Kita harus beramal sesuai quran dan hadis, maslahnya yg salafy maksud itu adalah alquran dan hadis menurut pemahaman ulama salfy, adapun tafsiran ayat dan hadis i luar kelompok salfy tidak dianggap apa2.
    Mereka melarang bermadzab, tapi mereka bermadzab bahkan bertaklid kaku ke ibnu taimiyah dan ibnu wahab. Ini namanya maksud hati menghindari kelompok lain eh jatuhnya ke sekte pula.
    Memangnya kalian itu siapa? apa kalian tidak mengetahui bahwa kalian telah melakukan suatu dosa yang sangat besar: MENODAI KEHORMATAN ULAMA!!!” ==> SIAPA YG MEMUTUSKAN SESEORANG BERDOSA BESAR?!? SIAPA YG MEMVONIS ORANG LAIN MENODAI ULAMA?!? APAKAH MENJELEKKAN YUSUF QARADHAWI JUGA BUKAN TERMASUK DOSA BESAR?? kalau menjelekkan ulama/menodai ulama adalah dosa besar, berarti para wahabyun juga melakukan DOSA BESAR! Pasti jawabannya: bahwa Qaradhawi bukan Ulama, kita bilang aja kalo begitu bin Baz, Rabi’ dan Muqbil juga diklaim orang lain BUKAN ULAMA! mereka pasti jawab dng tersinggung…mereka adalah ulama menurut para salafushshalih (Baca:golonganku), kita bisa bilang: kalau menurut golonganku Qaradhawi jg ulama.., pasti para salafyun/wahabyun akan bingung dan ujung2nya menuding dgn vonis ..bid’ah..pengikut ini itu..sambil ngeloyor pergi!
    2. sungguh, kalian ini sama sekali tidak memahami hadist Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam: “dan aku-lah sebaik-baik SALAF bagimu.”
    lha ini sudah jelas, memang RAsulullah 100% sebaik Salaf..tauladan dsb. semua muslim dan mukmin setuju, tapi SIAPA YG BILANG: AKU ORANG SALAFY, AKU MUQBIL..AKU RABI’..AKU TAYMIYAH..AKU BIN BAZ adalah sebaikbaik salaf??? Menyombongkan diri banget!!
    3.”Ana bilangin kalo masayekh wahabi menebar tahayul dengan fatwa MMB (matahari mengelilingi bumi).”
    Saya pernah diceritain memang di majalah salafy dan/atau as-sunnah kalo dibilang Matahari mengelilingi bumi.
    Ini ucapan orang bodoh aja tentang astronomi, lha wong jaman udah maju buangeet! Teropong bintang-Teleskop-Satelit udah berkeliaran kok masih pakai pendapat berkualitas ahli nujum alias dukun! Waktu saya bilang begini; jaman kan sudah berubah,teknologi udah maju kita bisa pakai alat dan kemajuan teknologi, teman saya di kampus yg org salafy menjawab:”saya tetap percaya Qur’an dan hadist”!! lha wong disinggung masalah teknologi kok njawabnya percaya Qur’an dan hadist. kalo masalah percaya sih.. saya dan banyak orang mukmin juga percaya..Pendapat seseorang yg melenceng dan ngawur kok di klaim: SAYA TETAP PERCAYA QUR’AN dan HADIST!! BERARTI PENDAPAT ULAMA MEREKA SUDAH DIANGGAP SEKALIBER QUR’AN dan HADIST??!!?? NGACOOO!!!
    4.”WONG orang2 yang yang disebutkn jamaah td seperti ke dukun,jampi2 gak kamu sikat”
    Ini orang gak fokus,lha forum ini khan bahas khusus masalah salafy, kok melebarkan topik ke dukun-jampi2 dsb. Ada forum tersendiri dan bukan disini!! SementAra orang salafy sendiri CUEK kayak BEBEK gak pernah prihatin masalah ISRAEL, ISlam Liberal, Setan BEsar George Bush!! dan KRistenisasi gak pernah di sikat! siapa yg disikat orang salafy? ==> ulama2 mesir, yusuf qaradhawi, orang-orang muslim… inilah sesungguhnya yg dibilang MENGHANCURKAN AHLUSUNNAH WAL JAMAAH DARI DALAM !!
    MATA-nya orang salafy mbok ya MELEK dan DIBUKA kalau keuangan Kerajaan Saudi yang berlebihan jutaan Real itu GAK DIPAKAI BUAT BANTU PEJUANG dan RAKYAT PALESTINA , TAPI MALAH MENGIJINKAN GEORGE BUSH BIKIN PANGKALAN MILITER di Bahrain BUAT MENGHANCURKAN AFGHAN..orang2 MUSLIM IRAK DAN ENTAH GILIRAN NEGARA MUSLIM MANA LAGI YG BAKAL HANCUR BERKAT BANTUAN RAJA ARAB SAUDI, sementara ULAMA saudi mulutnya mingkem-tersumbat-diem- gak berani nyap nyap.. tunduk taat patuh seperti kebo di cocok hidung !! ini yg dinamakan ulama????
    5.”kalau memang ingin memberikan ilmu yang benar? kenapa harus memakai topeng Salafy?”
    Kata2 ini membalik pada yg mengucap dan para semua salafyun/wahabyun.. kenapa kalian memakai topeng Salafy??!!??
    6.”tapi kelak akan terjadi perselisihan dikarenakan pemahaman agama mereka tidak seperti pemahaman kita (Sahabat yg diridhoi)”
    Mereka mengklaim dgn sangat khusus bahwa mereka bukan 72 gol yg sesat, siapa bilang?? emang ada di hadist bahwa gol yg selamat itu adalah disebut jelas redaksionalnya SALAFY?? siapa tahu yg selamat itu gol Ikhwanul Muslimin, TAblig..atau gol orang2 biasa yg tidak mau ‘bertempur’ menjelekkan orang mukmin dan beribadah dgn tawadhu tanpa embel2 nama dan baju gamis panjang niru2 orang arab!
    orang salafy wahaby itu suka ngributin sesuatu yg atak penting! kalo emang seseorang itu adalah: Ikhwanul Muslmn, Tabligh, Surury dsb..kepada siapa orang tsb mempertanggung jawabkan? PADA ALLAH ! lha kenapa orang salafy wahaby ribut??!!??? kurang kerjaan.
    KAtanya: DEMI Umat agar tidak salah salangkah, agar tdk tersesat agar tidak terperosok.agar..agar..demi umat..demi umat…bla..ball
    LAh umat aja gak ribut kok, umat gak keberatan! sok-sok an bilang umat tersesat! Film, sinetron merusak moral, narkoba, preman, yg merusak masyarakat gak pernah disinggung, ini orang tahlilan nyebut Allah malah di obrak-obrak..kurang kerjaan..kurang kerjaan…
    yg ada dimana2 kalau ada salfy pasti rebut, di sulawesi di lombok mereka biang perpecahan, aneh sekte yg mirip yahudi ini.
    Semoga Allah menjauhkan keturunan kita dari aliran salafy.

    Balas
  • 28. ken  |  November 17, 2007 pukul 2:52 pm

    abu yusuf berkata,

    Juli 14, 2007 @ 5:10 pm

    Ikhwan fillah semoga tetap di jalanNya.
    Kami hanya berusaha untuk menunjukkan nasehat sesuai dengan kemampuan kami. Jika kami baru bisa copy paste maka itu lebih baik daripada kami harus berkata tanpa Ilmu. Rujukan-rujukan juga kami sampaikan karena kami memang belum bisa hafal dan paham Al Quran dan AsSunnah dan masih selalu berusaha mudah-mudahan Alloh selalu memudahkan, karenanya kami tunjukkan kepada mereka yang berilmu dan paham Al Quran dan AsSunnah yang sesuai dengan pemahaman para salfushsholih. Wallohua’lam

    NAH LHOOOOO…
    MAKANYA JANGAN TAKLID BUTA DOONK…ORANAG LOM BANYAK TAU TENTANG QURAN DAN SUNAH KO BISA BISANYA KAMU BILANG BID’AH UNTUK AMALAN ORANG LAIN.CUCIAAAAAN DEH LOOO…..
    KALAU MEMPELAJARI ILMU ITU JANGAN SATU MAZHAB AJA DOOONK…MESTINYA KM JUGA BELAJAR YANG LAINNYA,JADI KAMU GAK SEMBARANAGAN MENJUDGE ALIRAN LAIN….

    SELAMAT BELAJAR YAAAAAA(GAK USAH KE SAUDI,NANTI KM MALAH DI DOKTRIN LEBIH DALEM LHO)

    UNTUK MAS ABDULLAH
    SAYA SETUJU SEKALI PENDAPAT ANDA
    HIDUP QURAAN,SUNNAH,IJMA DAN TIDAK KETINGGALAN PANCASILA.

    Balas
  • 29. ken  |  November 17, 2007 pukul 2:55 pm

    UNTUK MAS ABDULLAH
    SAYA SETUJU SEKALI PENDAPAT ANDA
    HIDUP QURA’N,SUNNAH,IJMA DAN TIDAK KETINGGALAN PANCASILA.
    BIASANYA TUH WAHIBIAH PALING BENCI PANCASILA(KARENA MEREKA GAK NGERTI DAN TIDAK MAU NGERTI)

    Balas
  • 30. darma  |  November 17, 2007 pukul 4:22 pm

    OIYYY…
    WAHABI,HT,PKS,NII,LDII,MASYUMI ITU SEMUANYA SAMA HANAY BEDA KEPENTINGAN AJA……
    PENEGEN TAU?………CARI TAU AJA NANTI JUGA AKAN KETEMU BENANG MERAHNYA KEY?
    WASSALAM

    Balas
  • 31. Nashrulloh  |  Desember 18, 2007 pukul 3:31 am

    bantahan atas tuduhan dusta ini bisa dengarkan ceramah Ust. Askary di http://al-ilmu.net/kajian-islami-online/download/filemanager.php?&direction=0&order=&directory=FIRQOH-FIRQOH/Takfiri%20khawarij

    semoga menjadi pencerahan…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


KOMUNITAS

PALING BENER..!?

Preman Agama

WARNING..!

Assalamualaikum wr wb. Diberitahukan kepada semua pengunjung blog ini, bahwa setiap komentar yang hanya made in copy paste kami anggap "SPAM". Kami mengharap, komentator menunjukkan kemampuan bernalar, berlogika dalam analisa, hujjah bahkan kritik liar di setiap artikel yang tersaji. Setiap komentar bisa di komentari secara timbal balik sehingga tercipta diskusi yang segar. Sekalipun muatan komentar itu asal muasalnya bukan hasil perenungan atau karya sendiri tetapi coba hindarilah pendapat yang meng-ekor “KATANYA” abu fulan bin abu-abu dengan cara copy paste. Berfikirlah bebas..!, liar…!! jangan sekedar jadi kacung.!! Wassalam wr wb. Best Regard. ASWAJA. Hn Wawan.

Harga Blog Ini


My blog is worth $30,485.16.
How much is your blog worth?

JUMLAH POPULASI

  • 129,707 PENDUDUK

TAMU YANG HADIR

TANGGALAN

April 2007
M S S R K J S
« Mar   Mei »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

NEWS UPDATE

ARSIP PADA


%d blogger menyukai ini: