Bin Baz Kurang Ajar Sama Jagoan Bid’ah “Ibnu Taimiyah”

Desember 1, 2007 at 10:22 pm 17 komentar

Nah…. sekarang coba kita bandingkan fatwa syehikul bid’ah diatas dengan fatwa cecunguk-cecunguk wahabi yang biasanya bermata satu alias buta, semoga mereka bener-bener dibutakan sama Allah swt ila yaumilqiyamah. Abdul Aziz bin Baz mengatakan bahwa ziarah kubur kanjeng nabi saw dan para ulama itu mustahab hukumnya akan tetapi jangan diniatkan untuk berziarah sebab kalau bepergian itu diniatkan untuk ziarah maka hukumnya adalah bid’ah. Disini bung bin Baz itu berkilah dengan menukil sabda kanjeng nabi saw: “Ziarahlah kalian ke tempat-tempat kubur sehingga engkau teringat akan hari akhir”. “Akan tetapi [lanjutan ini adalah perkataan bin Baz] bila diniatkan untuk semata-mata ziarah kubur maka hukumnya tidak boleh”. Lihat kitab Majmu’u Fatawa bin Baz, Juz 2, Halaman 754 dan 755.

Sebaiknya baca yang ini dulu deh

Memang ulama wahabi alias ulama jamaah takfiriyah ini benar-benar kekurangan akal serta kehilangan penalaran religius dan maunya menang sendiri. Tapi… kalau soal ngecap dan setempel TBC sama kelompok lain wah…. mereka semua berlomba lomba asah pedang. Tapi kalau terlanjur mengeluarkan fatwa sementara tidak sesuai dengan fatwa guru-guru pendahulunya mereka berkilah dan otak yang isinya parutan singkong warna putih itu sedikit digerakkan lalu berkelit. Loh kok bisa … bisa aja dunk…

Mau tahu… ini buktinya.

Dalam kitab Minhaju As-sunnah….. kalau saya seh… nyebutnya bukan kitab tapi novel semacam novel karangan Salman Rusdi gitu loh…Ibnu Tai Miyah mengeluarkan fatwa yang bunyinya demikian: “Semua hadist yang berasal dari Kanjeng Nabi saw tentang ziarah kubur nabi adalah dhoif [lemah] dan ja’li [bikinan]”. Lihat novel Minhaju As-sunnah, Juz 2, Halaman 441.

Sementara Asqalani yang menukil dari Ibnu Taimiyah menceritakan bahwa tidak ada alasan sama sekali untuk berziarah ke makam para wali dan ulama meskipun ziarah ke makam kanjeng nabi saw sekalipun. Dan Ibnu Taimiyah secara mutlaq telah mengharamkan perbuatan itu. Apakah itu dilakukan untuk tujuan ziarah ataupun ziarah itu hanya sekedar sampingan semisal untuk haji dan kita berkeinginan untuk ziarah ke makam kanjeng nabi saw. Lihat kitab Irsyadu As-sari, Juz 2, Halaman 329.

Lebih jelas lagi, coba kita lihat kitab atau enaknya novel aja deh, biar seger … karangan Ibnu Taimiyah yang berjudul Attawassul wal Wasilah, Halaman 72. Jagoan bid’ah ini berfatwa buat warga wahabiyun alias jamaah takfiriyah dan berkata bahwa: “Semua Hadist-hadist yang berkenaan dengan ziarah kubur kanjeng nabi saw adalah dhoif dan tidak bisa dijadikan pegangan. Oleh karena itu para perawi hadist-hadist dan sunan sahih sama sekali tidak ada yang menukil hadist tentang halalnya ziarah kubur kanjeng nabi saw. Kalaupun ada yang menukil maka yang dia nukiladalah hadist dhoif”. Lihat kitab Attawassul wal Wasilah, Halaman 72.

Sementara di lain tempat dalam novel yang sama, syeh Ibnu Taimiyah yang katanya cerdas namun kebliger itu juga berkata: “Semua hadist yang berkenaan dengan ziarah kubur kanjeng nabi saw adalah lemah bahkan bohong semata”. Lihat kitab Attawassul wal Wasilah, Halaman 156.

Nah…. sekarang coba kita bandingkan fatwa syehikul bid’ah diatas dengan fatwa cecunguk-cecunguk wahabi yang biasanya bermata satu alias buta, semoga mereka bener-bener dibutakan sama Allah swt ila yaumilqiyamah. Abdul Aziz bin Baz mengatakan bahwa ziarah kubur kanjeng nabi saw dan para ulama itu mustahab hukumnya akan tetapi jangan diniatkan untuk berziarah sebab kalau bepergian itu diniatkan untuk ziarah maka hukumnya adalah bid’ah. Disini bung bin Baz itu berkilah dengan menukil sabda kanjeng nabi saw: “Ziarahlah kalian ke tempat-tempat kubur sehingga engkau teringat akan hari akhir”. “Akan tetapi [lanjutan ini adalah perkataan bin Baz] bila diniatkan untuk semata-mata ziarah kubur maka hukumnya tidak boleh”. Lihat kitab Majmu’u Fatawa bin Baz, Juz 2, Halaman 754 dan 755.

Begitu pula dari kumpulan fatwa-fatwa wahabi yang dikenal dengan nama Allajnah Addaimah Lilbuhust Alalamiyah wal Ifta, Nomor Fatwa 423, juga mengeluarkan fatwa yang sama.

Demikinlah dagelan tidak lucu itu dipamerkan ke khalayak berakal, satu sisi si Jagoan Bid’ah secara mutlak mengharamkan ziarah kubur dan dengan alasan apapun ziarah kubur adalah bid’ah hukumnya, sementara hadist kanjeng nabi memperbolehkan ziarah kubur sebagaimana yang dinukil oleh bin Baz diatas. Lalu bin Baz dengan malu-malu mempelintir supaya tidak bertentangan dengan hadist kanjeng nabi dan tidak dianggap sebagai ahli bid’ah oleh Ibnu Taimyah cs maka, dia pilih jalan tengah, yaitu mustahab untuk hadist kanjeng nabi saw dan tidak boleh niat ziarah kubur untuk fatwa syehikhul bid’ah. Ajib bin Gharib…… berfikir dung wahabi/salafi yang mengaku ahlu sunnah wal jammaah.[]

Cek Novel-novel rujukan di bawah ini:

  1. Minhaju As-sunnah, Juz 2, Halaman 441.

  2. Irsyadu As-sari, Juz 2, Halaman 329

  3. Attawassul wal Wasilah, Halaman 72

  4. Attawassul wal Wasilah, Halaman 156.

  5. Majmu’u Fatawa bin Baz, Juz 2, Halaman 754 dan 755

  6. Allajnah Addaimah Lilbuhust Alalamiyah wal Ifta, Nomor Fatwa 423

Iklan

Entry filed under: abdul wahhab, ahmad bin hanbal, As-Salafiyah, bid'ah, Blogroll, ibnu Taimiyah, Islam, mazhab salafi, mazhab wahabi, Salaf, salafi, salafi/y, salafy, syirik, tabarruk, tawassul, Uncategorized, Wahabi/Salafi, Wahabisme, wahhab, wahhabi, ziarah kubur.

Al-quran Di Mata Ibnu Taimiyah Beginilah Wahabi/Salafi/y Memandang Umat Islam

17 Komentar Add your own

  • 1. NN  |  Desember 3, 2007 pukul 10:16 pm

    SEPERTI ITUKAH PANDANGAN ANTUM?

    Balas
  • 2. herman  |  Desember 4, 2007 pukul 5:45 am

    Assalamu’alaikum,
    Iya..ya pak…kok wahabi ini kayak bunglon kapan hati deket TAInya…MIYAH berubah kuning….kapan2 nemplok dinding berubah lagi. Udah gitu kepalanya keras lebih keras dari batu…..hehehehe maaf ya pak kalo tulisan agak2 keras…habis susah banget nasehatinya….silahkan pak dilanjut materi lainnya semoga Allah selalu memberikan hidayah dan rahmahNya buat Bapak dan pengurus2 blog ini….amin3x…..

    Balas
  • 3. Murridin  |  Desember 4, 2007 pukul 6:25 am

    Afwan sedikit komen.

    Sepertinya kalo ente ikutan emosi lama-lama kedengeran seperti mereka juga.

    Benarkah Ibn Taimiyah dalam Attawassul wal Wasilah menulis “Semua hadist yang berkenaan dengan ziarah ke kubur nabi saw adalah lemah bahkan bohong semata”?

    atau syarahnya yang berbunyi seperti itu? lalu siapa pula yang mensyarah?lihat pula kitab beliau Arruh (yang asli/syarah yang benar), beliau mengatakan “aku belajar pada Qidir AS” apa org wahabi percaya pernyataan beliau yang ini.

    hayo berhati-hati menyatakan orang lain sebagai pembid’ah, biar tidak jadi orang yang bukan wahabi tapi mewarisi sifat wahabi.

    Balas
  • 4. Abu ramadhan  |  Desember 4, 2007 pukul 3:38 pm

    Cek

    Balas
  • 5. Mbelgedes!  |  Desember 5, 2007 pukul 2:34 am

    Asslmu alakum wr.wb sebaiknya bagi orang2yg menyela wahabi mbok tlng baca buku2 asli tentang wahabi jadi jangan asal ngomong ngak karuan bukankah kalian berakal?

    Balas
  • 6. NN  |  Desember 5, 2007 pukul 6:33 am

    Antum JILLLLLLLLLL yaaaa.

    Balas
  • 7. abuzubair  |  Desember 5, 2007 pukul 9:09 am

    Assalamu’alaikum
    kalau ingin belajar Islam yang benar sesuai jalan para sahabat,.tabi’in,tabi’ut tabi’in maka ana sarankan antum lihat situs2 bermanhaj salaf seperti http://www.almanhaj.or.id, http://www.muslim.or.id, http://www.muslimah.or.id, http://www.darussalaf.or.id. ANtum akan melihat pemahaman Islam yang benar di situ jauh dari persangkaan kalian yang dusta dan kotor itu. Semoga Alloh memberikan petunjuk kepada kalian di atas sunnah Rasulullah dan para Sahabat. Amiin
    Wassalamu’alaikum

    Balas
  • 8. alif muflih  |  Desember 7, 2007 pukul 2:56 am

    Terkadang orang itu menanggapi suatu permasalahan tanpa didasari pemahaman mengenai masalah tersebut. seandainya kita memahami akan sebuah perbedaan pendapat tentu kita kita akan bijaksana dalam menanggapi pendapat yang berbeda dengan kita. ketika ada orang lain yang berbeda pendapatnya dengan kita atau kita anggap salah pendapatnya, mari kita luruskan tidak perlu kita salahkan bahkan dicaci pendapatnya. ada baiknya kita telusuri pendapat yang berbeda tersebut, siapa tahu justru pendapat yang kita yakini lah yang keliru. tentu saja kita tidak perlu gengsi merubah keyakinan kita mengenai suatu ilmu atau hukum kalau memang pendapat orang lain benar secara ilmu.

    Balas
  • 9. leo  |  Desember 7, 2007 pukul 3:08 am

    benar sekali Abu Zubair. kenapa mereka ini ngomong ga keruan tentang Syeikh bin Baz. hendaklah kalian kalau ngomong dicek dulu tidak sembarangan

    Balas
  • 10. Mbelgedes  |  Desember 7, 2007 pukul 6:08 am

    Barang siapa yg di sesatkan oleh allah tak ada satupun mahluk yg bisa meluruskannya.begitu juga bagi orang2yg di butakan hatinya oleh allah tak akan bisa membedakan yg baik dngn yg buruk.bisanya mendongeng dengan kata2 keji,asal tuduh tanpa ilmu yo tho!

    Balas
  • 11. pandji  |  Desember 16, 2007 pukul 9:11 pm

    mo nanya klo ibnu taimiyah itu wahabi juga ya??

    sbenarnya wahabi itu apa sih??

    =========
    Udah dijawab kang…..

    Balas
  • 12. Abu Zubair  |  Desember 18, 2007 pukul 2:47 pm

    ANeh….ada yg bilang klo Ibnu Taimiyyah itu wahabi….nih orang nda baca sejarah ya, apa ibnu Taimiyah itu hidup sesudah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab?…ko ya dinamakan juga dengan wahabi…terlalu di paksakan nama dan istilah wahabi kepada ibnu Taimiyah nih…

    Maaf…kami tidak buta dengan sejarah….. Ibnu Taimiyah kita sebut itu wahabi, lantaran sang murid, M Abdul wahhablah yang menghidupkan manhaj takfiri ibnu taimiyah… faham..?????

    Balas
  • 13. teeway  |  Januari 3, 2008 pukul 2:38 am

    Salam,
    Wahabi yang ngikut Syekh Muhammad bin Abdul Wahab yang lahir pada tahun 1115 H, di kota Ayinzzah, dekat wilayah Najd.
    Ayahnya Abdul Wahab adalah seorang ulama mazhab Hambali, pada saat itu ayahnya dan saudara laki2nya Sulaiman bin Abdul Wahab sangat menentang ajaran Muhammad bin Abdul Wahab, karena sangat bertentangan dengan ajaran2 Islam yang terdahulu dan juga membuat sunah2 “palsu”
    Nah.. Muhammad bin Abdul Wahab itu sendiri bukan pelopor pembaharu dari keyakinan kaum Wahabi, berabad sebelumnya sudah ada orang2 seperti Ibnu TaiMiyah Al Harrani serta muridnya Ibnu Qoyyim, tapi mereka tidak mendapatkan banyak pengikut karena kurangnya promosi dan dukungan fulus…

    Kalau Muhammad bin Abdul Wahab ini pendukungnya adalah Penguasa/Zion pada saat itu Dynasti Saud, jadilah satu sekte baru tiba-tiba berkembang dalam komunitas Muslim.. apalagi mereka didukung oleh penjajah pada saat itu bangsa Inggris.. jadilah raja2 dalam “Islam” sehingga jadilah Islam yang saat ini berkembang… Wallahu alam bi shawab

    Referensi buku “SYEKH MUHAMMAD bin ABDUL WAHAB dan ajarannya”, penulis syekh Ja’far Subhani, penerbit Citra

    yang penting kita jangan terjebak oleh manusia yang mengaku penerus/risalah rasul, kalau tidak tahu sejarah yaa… cari tahu donk… kan kita manusia yang mempunyai akal untuk berpikir… asal jangan kebablasan…
    salam… bi haqi Muhammad wa aali Muhammad, shalawat atas mereka…

    Balas
  • 14. Abu Adjie  |  Januari 3, 2008 pukul 8:50 am

    semoga ana dapat melihat akhir kematian dari orang2 yang membenci Alloh, Rosululloh, dan Ulama warosatul anbiya’.
    akan ana ceritakan kepada anak cucu sebagai ibroh kehidupannya kelak.
    Berbicaralah, berbuatlah sesukamu kalau engkau sudah tak punya malu.
    Jangan menggunjing kalau kalah tanding.
    Jangan memfitnah kalau hidupmu susah.
    Betapa berat mengakui kesalahan, tapi itu lebih mulia dari pada berpura-pura dalam kebodohan.
    Bertobatlah saudara sebelum ajal sampai kerongkongan.

    Balas
  • 15. godeg  |  Januari 4, 2008 pukul 3:54 am

    hari gene masih nggunjing orang yg dah meninggal..???
    he.he.he.udah dapat dosa dapat pula cemoohan orang laen
    emang tak ada kerjaan laen…
    rugi bin bangkrut bin cilaka bin adzab bin neraka
    na’udzubillahi min dzalika

    Balas
  • 16. Polymer  |  Januari 15, 2008 pukul 10:55 am

    Tolong untuk saudaraku semua janganlah mencaci sesama muslim itu artinya tidak ada bedanya dng perilaku orang-non muslim.Kalaupun ada kesalahan berijtihad mari kita mengkritisi dng cara -2 yg santun.

    Balas
  • 17. yudi hardeos  |  Januari 17, 2008 pukul 7:57 am

    hebat.. hebat.. luar biasa, banyak setan yang seneng sama sampean

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


KOMUNITAS

PALING BENER..!?

Preman Agama

WARNING..!

Assalamualaikum wr wb. Diberitahukan kepada semua pengunjung blog ini, bahwa setiap komentar yang hanya made in copy paste kami anggap "SPAM". Kami mengharap, komentator menunjukkan kemampuan bernalar, berlogika dalam analisa, hujjah bahkan kritik liar di setiap artikel yang tersaji. Setiap komentar bisa di komentari secara timbal balik sehingga tercipta diskusi yang segar. Sekalipun muatan komentar itu asal muasalnya bukan hasil perenungan atau karya sendiri tetapi coba hindarilah pendapat yang meng-ekor “KATANYA” abu fulan bin abu-abu dengan cara copy paste. Berfikirlah bebas..!, liar…!! jangan sekedar jadi kacung.!! Wassalam wr wb. Best Regard. ASWAJA. Hn Wawan.

Harga Blog Ini


My blog is worth $30,485.16.
How much is your blog worth?

JUMLAH POPULASI

  • 129,477 PENDUDUK

TAMU YANG HADIR

TANGGALAN

Desember 2007
M S S R K J S
« Mei   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

NEWS UPDATE

ARSIP PADA


%d blogger menyukai ini: