Beginilah Wahabi/Salafi/y Memandang Umat Islam

Desember 2, 2007 at 11:28 am 13 komentar

Ketika saya buka dan baca kitab, eh….. novel wahabi atau jamaah takfiriyah yang berjudul “Kasfu As-subhat” disana terdapat kata “SYIRIK” dan “MUSRIKIN” yang dipersembahkan kepada umat Islam sebanyak ± 24 kali dan kata-kata tersebut diulang-ulang. Dan kalimat diatas juga dinisbahkan kepada yang selain muslim. Jadi dalam pandangan kaum pembid’ah umat dan pengkafir umat ini, antara Islam dan bukan Islam mempunyai tingkat derajat yang sama. Artinya ketika umat selain Islam wajib dibunuh maka, umat Islam yang selain wahabi atau salafi/y juga wajib dibunuh. Begitu juga ungkapan dari kata-kata seperti, para penyembah berhala, murtadin, musuh tauhid, musuh Allah sebanyak ± 20 kali. Dan kata-kata tersebut semuanya diletakkan tepat di jidat kaum muslimin yang tidak sefaham dan seakidah dengannya.

Memang, membaca dan meneliti kitab dari mazhab ciptaan zionis ini akan menemukan kejanggalan-kejanggalan. Sebegitu dahsyat dan picik dalam bernalar sampai-sampai tidak ada umat yang bener dihadapan Allah swt kecuali wahabi ini. Yach.. bisa diibaratkan surga adalah milik mereka dan kelompok mereka. Jangan-jangan dia juga mengklaim bahwa surga yang bikin adalah kakek dan neneknya kali. Hih… ngeri deh…..

Ketika saya buka dan baca kitab, eh….. novel wahabi atau jamaah takfiriyah yang berjudul “Kasfu As-subhat” disana terdapat kata “SYIRIK” dan “MUSRIKIN” yang dipersembahkan kepada umat Islam sebanyak ± 24 kali dan kata-kata tersebut diulang-ulang. Dan kalimat diatas juga dinisbahkan kepada yang selain muslim. Jadi dalam pandangan kaum pembid’ah umat dan pengkafir umat ini, antara Islam dan bukan Islam mempunyai tingkat derajat yang sama. Artinya ketika umat selain Islam wajib dibunuh maka, umat Islam yang selain wahabi atau salafi/y juga wajib dibunuh. Begitu juga ungkapan dari kata-kata seperti, para penyembah berhala, murtadin, musuh tauhid, musuh Allah sebanyak ± 20 kali. Dan kata-kata tersebut semuanya diletakkan tepat di jidat kaum muslimin yang tidak sefaham dan seakidah dengannya. Pemikiran wahabi seperti yang terdapat dalam kitab-kitan muktabar mereka sama sekali tidak terdapat toleransi. Yang ada hanyalah penisbahan kafir, syirik dan bid’ah. Dakwakan meraka selama ini, bahwa agama merekalah satu-satunya agama ilahi, mazhab yang dijamin akan masuk surga tanpa hisab dan yang lain nyewa disana adalah kisah nyata dari kitab-kitab mereka.

Dalam pandangan kaum wahabi, untuk menjadi seorang muslim tidak cukup hanya mengucapkan kalimat dua Syahadah. Meskipun mereka mengucapkan dua kalimat syahadah, tapi selama dia masih bertabarruk di tempat-tempat kubur wali Allah, berziarah ke makam kanjeng nabi atau minta syafaat kanjeng nabi saw, minta pertolongan melalui wali-wali Allah maka kehormatan mereka layak untuk di hancurkan.

Bahkan dikatakan juga perbuatan muslimin yang melaksanakan perbuatan-perbuatan tersebut diatas adalah syirik dan kafir bahkan lebih berbahaya dari orang-orang jahiliyah. Tidak percaya..? buka novel: Ar-rasaili Al-lamiyah karangan M Abdul Wahhab, Halaman 79., Tadhirul I’tiqad karangan San’ani, Halaman 17., Fathul Majid, Halaman 40 dan 41., serta Kasfu As-subhat. []

 

Rujukan:

  1. Ar-rasaili Al-lamiyah karangan M Abdul Wahhab, Halaman 79

  2. Tadhirul I’tiqad karangan San’ani, Halaman 17

  3. Fathul Majid, Halaman 40 dan 41

  4. Dan Kasfu As-subhat

Iklan

Entry filed under: abdul wahhab, ahmad bin hanbal, As-Salafiyah, bid'ah, Blogroll, ibnu Taimiyah, Islam, mazhab salafi, mazhab wahabi, Salaf, salafi, salafi/y, salafy, syirik, tabarruk, tawassul, Uncategorized, Wahabi/Salafi, Wahabisme, wahhab, wahhabi, ziarah kubur.

Bin Baz Kurang Ajar Sama Jagoan Bid’ah “Ibnu Taimiyah” Rukun Islam Ada “Enam”

13 Komentar Add your own

  • 1. onohaw  |  Desember 4, 2007 pukul 8:18 pm

    Di Indonesia sudah banyak ya pengikutnya? Biasanya kalau ibadah ribet dan ribut. Jalanan ditutup, orang lain dilarang lewat, dan kadang disertai penyapuan (baca:sweeping). Apa mereka itu juga pemilik tunggal surga yang Anda maksud? trims.

    Balas
  • 2. taufik  |  Desember 8, 2007 pukul 2:59 am

    ko beda banget ya,.. dakwaan anda ama kenyataan yang saya alami.
    saya dulu mesantren di cipasung yang mayoritas NU, tapi biasanya mereka demokrat… ya marhabaan ga apa2, tahlilan ga apa2…
    tapi ketika ada dalil umum atau khusus tentang masalah tauhid kenapa malah gerah?? bukankah ada dalil bwt kuburan di dalam msjid itu haram,… menurut saya, pandangan membenarkan semua orang itulah yang salah. kenapa ga berani bilang kalau hal bid’ah itu adalah bid’ah.
    bukankah benar pernyataan ‘orang yang meminta do’a kepada ahli kubur itu lebih sesat dari pada orang musyrikin quraisy? karena semusyrik-musyriknya arab jahiliyyah dulu mereka tidak mengucapkan ‘laa ilaha illallah’.
    coba deh pikirkan dengan jernih bukan karena taklid…
    saya juga dulu NU, tpi setelah tau kesalahan2 ajaran nu saya lepas dari NU. kenapa ?:
    1. Tidak adanya alur berpikir yang jelas mengenai agama. akhirnya ada teman kamar saya sendiri menjadi neo-mu’tazilah JIL.
    2. ketidaksepahaman mereka terhadap tauhid uluhiyah. ini yang membuat NU semkin tidk disukai.
    3. terlalu lemah membuat peraturan dan sikap yang ga konsisten. seperti pemberian fatwa haram nonton infotainment .. yg dikhususkan hanya untuk anggota NU sja. ini artinya hujjahnya masih ragu. memangnya islam buat NU aja??
    4. terlalu taklid sehingga ga pernah ada penjelasan dalil. buktinya adalah masih dilakukannya shalat nisfu sya’ban padahal dlm kitab yang dipelajari ‘ianatu thalibin sendiri ada pernyataan bahwa shalat nisfu sya’ban dan raghaib termasuk bid’ah… eh malah bilang bid’ah-bid’ah juga bgus…
    atau dhaif-dhaif juga hadits…. dimana letak keakurasian datanya?
    jawablah wahai pembela bid’ah…..

    Balas
  • 3. Sawali Tuhusetya  |  Desember 9, 2007 pukul 3:40 pm

    Walahm sedmikian jauh mereka mengklaim dirinya sebagai kelompok yang paling benar sekaligus menista kelompok lain sebagai kafir dan pendosa. aduh, ngeri, deh.

    Balas
  • 4. salafindonesia  |  Desember 9, 2007 pukul 11:48 pm

    Ini adalah komentar saya terhadap situs salafyindonesia.wordpress.com silakan di baca

    Sebuah pra kata sebelum memulai segala sesuatu

    Bismillahirrahmanirrahiim

    Segala puji bagi Allah, saya memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya dan meminta ampun kepada-Nya. Saya berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa dan amal kami. Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Sholawat serta salam semoga terlimpah kepada beliau, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengukuti mereka.

    Amma ba’du. Sungguh telah muncul tulisan-tulisan yang menuduh Salafy (kami) sebagai jama’ah takfiri (jama’ah yang suka mengkafirkan kelompok selainnya) oleh sebuah blog salafyindonesia.wordpress.com. Entah kenapa salafyindonesia mengatakan demikian. Apakah kami mengatakan bahwa semua yang ikut dalam Jama’ Tablig, Ikhwanul Muslimin, Hisbut Tahrir dan juga kelompok-kelompok lainnya itu kafir tanpa kecuali ?. MasyaAllah seungguh sebuah kedustaan yang sangat besar. Mengkafirkan itu perbuatan yang mudah di lisan berat pertanggung jawabannya. Banyak sekali syarat yang harus dipenuhi untuk mengatakan satu orang saja untuk kafir apalagi mengkafirkan satu atau beberapa kelompok.

    Terus terang saja saya hanya sholat kalau imamnya seorang muslim. Saya yakin kalau Nashrani dan Yahudi selama mereka belum mau memeluk islam mereka kafir. Saya juga sholat dibelakang imam NU, saya juga sholat jika imamnya dari Muhammadiyah. Saya tidak pernah mengatakan mereka kafir (keluar dari islam) dengan bukti saya masih sholat dibelakang mereka.

    Sebuah kaidah mengkafirkan

    Untuk mengkafirkan seseorang perlu banyak sekali syarat yang harus dilakukan. Tidak asal kamu berbuat syirik kepada Allah maka kamu kafir. Terlalu berat ya Akhi. Berikut ini kaidah yang harus dilakukan :

    1. Wajib diketahui dengan jelas apakah orang yang melakukan perbuatan yang bisa mengarahkan kepada kekufuran/perbuatan kekufuran itu sudah pernah mendapatkan nasehat dan penjelasan tentang kekufuran yang dilakukannya ataukah tidak. Sesorang yang belum tahu bahwa sebenarnya dia telah melakukan tindakan kekufuran tidak bisa dihukumi kafir (murtad). Secara syari’i dia telah melakukan kekufuran tapi ketidaktahuannya mengenai masalah ini menghukumi orang tersebut belumlah kafir.
    2. Wajib menggunakan petunjuk dari Al Qur’an dan As-Sunnah mengenai kaidah-kaidah pengkafiran. Seseorang yang mengkafirkan wajib memahami kaidah-kaidah ini. Oleh karena itu tidak semua orang berhak mengkafirkan. Hanya seorang ulama yang ilmunya sudah mencukupi saja yang boleh.
    3. Pihak yang mengkafirkan harus tahu benar-benar kondisi orang yang dikafirkan. Meskipun seorang ulama yang ilmunya sudah mumpuni akan tetapi dia hanya mendengar berita sana-sini belum pernah tahu secara langsung pemikiran seseorang maka ulama seperti ini juga belum boleh mengkafirkan kalau hanya berbekal kabar burung.

    Keadaan-keadaan yang harus dipertimbangkan

    1. Harus benar-benar diketahui bahwa orang tersebut melakukan tindakan kekufuran dengan sengaja bukan tanpa sadar atau tanpa diniatkan untuk melakukan kekufuran.

    “Dan tidak berdosa bagi kalian melakukan hal-hal karena khilaf. Akan tetapi (kalian berdosa) bila melakukan hal tersebut karena hati kalian memang menyengaja. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Al Ahzab:5)

    2. Harus diketahui bahwa orang yang melakukan tindakan kekufuran itu bukan karena dipaksa.

    “Barang siapa yang kufur kepada Allah setelah mereka beriman (maka dia akan mendapatkan kemurkaan Allah), kecuali orang-orang yang dipaksa sementara hatinya tetap tenang dalam keimanan …….” (QS. An Nahl:106)

    3. Tidak mengkafirkan seseorang karena kesalahannya dalam melakukan takwil suatu hukum sehingga tanpa sadar dia telah berbuat kekufuran.

    Disebutkan dalam kitab Al Mughni(VIII/31), “Apabila seseorang menganggap bolehnya membunuh orang-orang yang dilindungi (darahnya) dan mengambil harta-harta mereka bukan karena kerancuan pemahaman maupun karena suatu Takwil maka orang tersebut dihukumi kafir. Akan tetapi bila melakukannya karena Takwil, seperti kaum Khawarij, kebanyakan ahli fikih tidak menghukumi mereka kafir sekalipun mereka ini menghalalkan darah dan harta kaum muslimin Karena menurut persangkaan mereka perbuatan ini dilakukan dalam rangka taqarrub kepada Allah. Perbuatan orang-orang khawarij seperti ini tidak dinilai kafir oleh para ahli fikih, karena mereka melakukan hal ini berdasarkan takwil”

    Disebutkan dalam kitab Fatawa Syaikul Islam Ibnu Taimiyah(13/30)-Majmu’ Ibnul Qasim-“Bid’ah kaum khawarij muncul karena kesalahan pemahaman mereka terhadap Al Qur’an namun mereka tidak bermaksud menentangnya. Mereka hanya memahami Al Qur’an dengan cara yang bukan semestinya. Mereka beranggapan bahwa mengkafirkan pelaku dosa besar adalah wajib”

    Dalam kitab Al Majmu’ 28/518 Ibnu Taimiyah berkata, “Para imam sepakat mencela dan menyatakan sesat golongan khawarij. Tetapi mereka berselisih pendapat tentang kekafiran mereka”, dalam kitab yang sama (7/217), beliau berkata “ Sesungguhnya tidak ada seorangpun sahabat nabi baik Ali bin Abi Thalib maupun yang lainnya mengkafirkan mereka. Mereka menghukumi orang-orang khawarij sebagai orang-orang islam yang melakukan tindakan zalim dan melampaui batas sebagaimana disebutkan dalam berbagai atsar.”

    Masih dalam kitab yang sama (25/518) beliau berkata “Dan ini juga merupakan pendapat imam yang lain tentang orang khawarij”

    Kemudian pada kitab tersebut (3/288) dia berkata “Nabi memberi perintah untuk memerangi orang-orang khawarij yang keluar dari agama ini. Oleh karena itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib memerangi mereka begitu juga para sahabat, tabi’in dan orang-orang setelahnya. Meskipun begitu ternyata Ali bin Abi Thalib, Sa’ad bin Waqqas dan para sahabat lainnya tidak mengkafirkan mereka. Mereka dihukumi sebagai orang muslim, sekalipun mereka diperangi. Oleh karena itu Ali tidak menahan istri-istri dan anak-anak mereka juga tidak merampas harta-harta mereka”

    Demikianlah kaidah pengkafiran yang harus benar-benar dipahami.

    Tulisan dalam blog ini nantinya merupakan sebuah bentuk pembelaan kami atas tuduhan-tuduhan yang diberikan kepada Ahlussunnah. Saya akan mengomentari tuduhan salafyindonesia.wordpress.com semampu saya. Dan perlu saya tekankan disini bahawa kita beragama dengan maka mari kita berbicara agama denga ilmu juga.

    Tulisan ini saya ringkas dari Syarah Kasfu Asy Syubuhat karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin yang merupakan penjelas dari kitab Kasyfu Asy Syubuhat karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

    Abu Hasan Mustofa Al Atsary (http://abuhasanmustofa.blogspot.com)

    Balas
  • 5. kurtubi  |  Desember 13, 2007 pukul 4:03 pm

    Menjadi besi itu dianggap lebih baik daripada menjadi air…
    Menjadi tegas mana bid’ah mana bukan lebih baik daripada mencela mencele
    Menjadi hakim tentu bisa menghakimi daripada menjadi tukang krupuk

    Semua kembali kepada diri masing2… jalan menuju Allah itu jangan dihalangi hanya gara2 beda penafsiran…. 🙂

    ==============================

    Ahsan ya ustad……setuju banget deh……

    Balas
  • 6. metta andayani  |  Desember 14, 2007 pukul 3:10 pm

    jadi inti tulisan ini adalah Dusta, bisnya dimana sisi seremnya bahkan Al AkhAbu Hasan merujuk dari Kasyfu Asy Subhat

    mas bacanya gak ampe tamat yach? bacanya sepintas2 yach, trus nyomot2in yg sesuai hawa nasfsumu?

    kacian dech lo, baca buku2, artikel2 terutama yang berkaitan Aqidah Ahlus SUnnah As Salaf tp gak ngerti, gak masuk ke hati, mungkin karena Taqlid membutakan hati, karena hawa maka berani menolak kebenaran.

    Saya doakan Anda wahai saudaraku se-Agama -Semoga Alloh memberi Hidayah kepahaman yang baik terhadap DIEN ini- Amin

    maka kita menjawab seperti apa yang di jawab oleh Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab -Rahimahullah- saat menjawab fitnah2 yang dituduhkan kepada beliau: “Maha Suci Engkau ya Alloh, ini adalah kebohongan yang nyata. barangsiapa yang menceritakandari kami seperti itu atau menisbatkan kepada kami maka dia telah berdusta dan berbohong atas nama kami.”

    =======================
    Ada yang mau ngomentari ini..??

    Balas
  • 7. metta andayani  |  Desember 14, 2007 pukul 3:59 pm

    Menjadi besi itu dianggap lebih baik daripada menjadi air…
    Menjadi tegas mana bid’ah mana bukan lebih baik daripada mencela mencele
    Menjadi hakim tentu bisa menghakimi daripada menjadi tukang krupuk

    Semua kembali kepada diri masing2… jalan menuju Allah itu jangan dihalangi hanya gara2 beda penafsiran…. “>

    sebaik penafsir adalah para As salafus Shaleh (3 generasi terbaik umat ini)
    karena merekalah yg lebih mengerti akan Islam dari pada kita, merekalah yang menjadi saksi kita, merekalah yang lebih mengerti Tafsir dari Al Qur’an dan As Sunnah.

    maka kembalinya bukan pada diri masing2, karena agama kita tidaklah ada apa2nya dibandingkan para Salafush Shaleh -Alloh ridho kepada mereka, dan merekapun ridho terhadap Alloh-

    ====================

    Menjadi besi itu dianggap lebih baik daripada menjadi air…<<<<<<<< Kadang besi lebih baik ribuan kali dari air.
    Menjadi tegas mana bid’ah mana bukan lebih baik daripada mencela mencele <<<<<<<< manusia cerdas dan terhormat adalah manusia yang bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya bung..!
    Menjadi hakim tentu bisa menghakimi daripada menjadi tukang krupuk <<<< Nggak nyambung….. apa hubungan antara Hakim dan tukang krupuk.

    Hmmm….. siapa jamin mereka generasi terbaik..?? siapa tahu pula generasi sekarang terbaik dari mereka.

    Salafush Shaleh -Alloh ridho kepada mereka, dan merekapun ridho terhadap Alloh <<<<<< Ahh…. itukan pendapat sampeyan saja…… yang lain sapa sepakat…….

    Balas
  • 8. metta andayani  |  Desember 15, 2007 pukul 1:56 pm

    Ah cape dech ama orang yang Taklid buta kayak gini.
    Siapa bilang suruh capek….
    Neng meta,…… kok malah menuduh kami taklid buta..??? padahal anda dan kelompok takfirilah yang pura-pura buta. biar diagganp keren ikut-ikutan salafi atau wahabi,atau takfiri….. kasihan deh dikau…

    terlalu banyak pelecehan terhadap kehormatan Ulama yg antum rendahkan, dari mulai penggunaan kata2 tidak sopan, menggunakan avatar gambar Asy Syaikh Bin Baz -Rahimahullah- mang hukum gambar foto makhluk apa mas? ah cape dech dah gak usah di jawab, menamakan IDnya ASWJ? mana ada ASWJ yg berkeyakinan generasi terbaik Umat ini munkin aja ada pada sekarang-pantes aja nte bisa klop ama yg namanya Syi’ah klo nte ngaku Ahlus Sunnah Wal Jama’ah gak ada yg bisa akur Sunnah dengan Bid’ah macam Syiah itu

    kalau saya melecehkan bin bazz dan anda tidak setuju… bakar tuh novelnya bin bazz…. biar nggak ada lagi pengkafiran umat. emangnya hu8kum gambar itu haram..??? itukan fatwa ulama anda, pada hal kalau diperiksa di kantong-kantong dan bantal-bantal ulama-ulama anda saya yakin gambar raja ale saud ada disana… kalau uang nggak haram yachhhh. gambar manusia di dollar juga nggak haramkan..???. ini namanya maling dan penipuan bung….!!

    maka pantes aja nte baca buku2 Ahlus Sunnah Wal Jama’ah As Salafiyyah Al Firqoh An Najiyyah Ath Thoifah Al Manshuroh Ahlul Hadits Ahlul Atsar Al Ghuroba, tapi gak mendapatkan Faedahnya orang nte aja melecehkan Kehormatan Seorang Muslim -Seorang Muslim lho yach akhi, apalagi ini seorang Ulama- Takutlah kepada Alloh yach akhi

    berapa juta manusaia ualam-ualam besar dan agung yang telah anda kafirkan dan sesatkan..????

    Nte klo ngomong pake dalil jgn ASBUN Asal Bunyi nte nuduh itukan pendapat saya, ini bukan pendapat saya toh mas2, Piye Sampean
    ini kata Alloh dan Rasulnya? dan ini SEPAKAT KAUM MUSLIMIN BAHWA MEREKA ADALAH GENERASI TERBAIK UMAT INI, BUKAN KITA, BUKAN NTE YANG MAJHUL, BUKAN saya tentunnya.

    Kalau yang ini jelas nggak faham apa yang ada dalam artikel saya…….

    Siapa salafus Shaleh mereka adalah para shahabat, Tabi’in (murid-murid para Shahabat), Tabi’ut Tabi’in (murid-murid para Tabi’in) dalam tiga masa yang mendapatkan kemulian dan keutamaan dalam hadits mutawatir yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary, Muslim dan lain-lainnya dimana Rasulullah shollallahu ‘alahi wa alihi wa sallam menyatakan :

    Salafuh saleh yang anda anut sekarang ini, adalah meeka yang doyan minum darah dan daging kaum muslimin…

    “Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian generasi setelahnya kemudian generasi setelahnya”.

    kemudian Firman Alloh Ta’ala tentang siapakah mereka yg mendapatkan Ridho Alloh Ta’ala?

    Allah berfirman tentang mereka: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari kalangan muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah.100)

    Kalimatul Haq Yuradu bihal bathil…. persis khawarij deh kalau berdalil…..

    huh susah dech ngadepin Nahdiyyun yg Taklid BUta. buka situs ginian bikin banyak Syubhat masuk ke hati.

    Saya angap ini adalah situs pencerahan…. da bukan pengkafiran…..

    Semoga Alloh melindungi kita dari Kesesatan yg di terbarkan oleh makar2 pembenci Dakwah At Tauhid, Dakwah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

    Semoga Allah membuka mata hati mereka yang buta dan gelap lantaran telah banyak memakan daging kaum muslimin…..

    Balas
  • 9. abdulsomad  |  Desember 17, 2007 pukul 7:25 am

    assalamualaikum
    @metta andayani
    sangat benar kalau Salafush Shaleh adalah generasi terbaik, dan seluruh amal dan perbuatan kita diwajibkan untuk mengikuti mereka,
    tetapi apakah keadaan anda sendiri saat ini sudah sebaik para Salafush Shaleh itu?

    dengan gaya bahasa seperti diatas, prilaku yang suka mengolok olok, bisakah dipercaya sikap bapak ini sudah seperti shalafus shalih?

    sepertinya anda cuma bermimpi menjadi Salafush Shaleh. jangan mempermalukan Salafush Shaleh dengan akhlak buruk anda seperti itu.

    =============
    Setju kang Abdul shomad…. 🙂

    Balas
  • 10. T Mulya  |  Desember 19, 2007 pukul 4:32 am

    Metta, siapa sich salafu saleh itu ? Apakah salafu saleh termasuk orang2 yang disucikan Allah (QS 33 ; 33) ?
    Apa Muawiyah dan Yazid termasuk salafu saleh ?
    Apa pegangan salafu saleh generasi pertama dan kedua padahal akidah ahlu sunnah wal jamaah dan mazhab yang empat baru muncul pada abad ke 3 atau 4 H ?

    Tolong sebutkan siapa pribadi2 salafu saleh itu agar tidak ngambang.

    ==========
    menunggu kementar Abu-abu, katanya seh… yang nggak pakai nama depan Abu juga bid’ah, sebab di jaman rasul para sahabat banyak yang pakai Abu. padahal mereka ngikuti sunahnya para Abu-abu semisal Abu Lahab, Abu Jahal dll.. hehhehehe

    Balas
  • 11. SENDY VALENTINE  |  Desember 26, 2007 pukul 6:29 am

    salam damai buat semua yang mengaku muslim,

    puntennnn, saya mecoba ikutan sharing di jalur ini, ya.

    Mengenai kafir di dalam Al quran dalah orang orang yang tidak mau taat kepada Alloh. Jadi jika yang ngaku udah muslim, but tidak mau taat kepada Alloh, pasti kafir, sekalipun dia Presiden, ulama, Kyia..

    Contohnya, bagi wanita muslim diwajibkan menutup aurat, bagi para pencinta dunia yang ngaku muslim ( KTP) yang tidak mau nutup aurat, tidak ada alasan apapun, berati tidak taat kepada Alloh.

    Masuklah kedalam Islam secara kaffa, secara keseluruhan. Jadi, jika ada yang ngaku muslim, tapi berdagang masih pake cara-cara liberal, monopoli, ya..kafir, karena tidak taat kepada maunya Alloh, mau sebahagian-sebahagian saja. Jika ibadah, ikut aturan Alloh, jika bisnis, atau apapun yang lain untuk kesenangan dunia pake aturan selain Alloh, mereka itulah kafir yang sebenarnya. Jadi, saudara seiman di dalam Alloh, marilah menilik pribadi kita masing2 apakah kita sudah kaffa, apakah kita bukan termasuk yang kafir ? Janganlah kita menunjuk orang lain. Semoga, rahmat Alloh sudah dilimpahkan kepada kita, dapat segera ambil dan diletakkan dalam jiwa raga kita. Amin.

    ===========
    Salam damai buat mereka yang menjijing sertifikat surga dikedua telapak tangannya.
    Teruskan dzikir “KAFIR” itu, sehigga kafilah kabur dari Islam mu….
    oh…. ya,… Islam Kaffah itu seperti apa yachh….. atau ketika seseorang melantunkan dzikir kafir kepada sesama muslim, lantas menjadi kaffah Islamnya..???

    Balas
  • 12. teeway  |  Januari 3, 2008 pukul 2:11 am

    Salam…

    Kenapa meributkan yang paling benar, Allah SWT aja memberikan pilihan mau ke kanan atau ke kiri, kalaupun Allah SWT mengatakan yang arah itu adalah kafir, itu karena hak mutlaknya Allah SWT… bukan manusia seperti kita… lah wong para nabi dan rasul aja hanya bisa menyampaikan… bukan maksa… koq kita yang pengikut malah ngotot…

    Untuk siapa saja yang merasa benar, nanti begitu tau bahwa mereka benar atau salah, malah nggak bisa ngomong… karena udah di pendam bersama cacing2 dan belatung2 di rumah masa depan tipe 21…

    Proses Pencarian Kebenaran mungkin itulah yang dinilai oleh Allah SWT… karena kalau berhenti berarti sudah merasa benar… padahal masih belum ketemu tuh yang namanya kebenaran yang hakiki… wallahu alam bi sawab…

    Ya sudahlah, nafsi2 aja… karena orang yang tertutup hati dan berhenti mencari apalagi nggak mau belajar dan parahnya sangat tidak menunjukkan akhlak muslim sejati mana bisa dibilangin… judulnya ccuuuaaapeee deeeehhhh…

    Salafi… itu salah fikir atau salah fiqih… atau apa ya… he..he..he..uu… just joking …

    untuk referensi baca buku “SYEKH MUHAMMAD bin ABDUL WAHAB”, penulis Syekh Ja’far Subhani, penerbit Citra
    Insya Allah, para Wahabism bisa sedikit terbuka pikirannya, atau malah tidak sama sekali…

    Pahamilah apa yang kamu pahami sekarang… dan
    carilah pemahaman yang lebih benar… sampai ajal menjemput..

    Salam, Bi Haqi Muhammad wa aali Muhammad… Shalawat atas mereka…

    Balas
  • 13. Novi Setia Nurviat  |  Februari 13, 2008 pukul 12:15 am

    Ass.Saudaraku seiman & setaqwa,guru sy menerangkan,bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda,beliau tidak pernah mengakui adanya aliran wahabi dalam ajarannya.Wallahualam.Di masa skrg ini kita perlu terus waspada.Wass.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


KOMUNITAS

PALING BENER..!?

Preman Agama

WARNING..!

Assalamualaikum wr wb. Diberitahukan kepada semua pengunjung blog ini, bahwa setiap komentar yang hanya made in copy paste kami anggap "SPAM". Kami mengharap, komentator menunjukkan kemampuan bernalar, berlogika dalam analisa, hujjah bahkan kritik liar di setiap artikel yang tersaji. Setiap komentar bisa di komentari secara timbal balik sehingga tercipta diskusi yang segar. Sekalipun muatan komentar itu asal muasalnya bukan hasil perenungan atau karya sendiri tetapi coba hindarilah pendapat yang meng-ekor “KATANYA” abu fulan bin abu-abu dengan cara copy paste. Berfikirlah bebas..!, liar…!! jangan sekedar jadi kacung.!! Wassalam wr wb. Best Regard. ASWAJA. Hn Wawan.

Harga Blog Ini


My blog is worth $30,485.16.
How much is your blog worth?

JUMLAH POPULASI

  • 129,477 PENDUDUK

TAMU YANG HADIR

TANGGALAN

Desember 2007
M S S R K J S
« Mei   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

NEWS UPDATE

ARSIP PADA


%d blogger menyukai ini: