Rukun Islam Ada “Enam”

Desember 6, 2007 at 10:36 pm 17 komentar

Padahal kitab itu dilarang untuk dibaca bukan karena kitab itu adalah menyesatkan dan pembacanya pasti tersesatkan..!, akan tetapi ketakutan penguasa Ale Saud yang menjadikan mazhab wahhabi sebagai mazhab resminya akan ditinggalkan dan dibuang jauh-jauh ke tong sampah oleh kaum muslimin. Dan lebih dari itu adalah ketakutan penguasa Ale Saud dimana kaum muslimin akan semakin cerdas dan akan kembali ke jalan yang benar yaitu jalan ahlu sunnah wal jammaah.

Ada dialog menarik antara dua orang kakak beradik. Sang kakak alim kabir, sang adik bahlul dan pembohong besar serta ahmaq. Sebagai rasa tanggung jawab besar dihadapan Allah swt nanti, maka sang kakak harus meluruskan pikiran sang adik yang melenceng. Cuman sayang sang adik yang otak dan pikiran warasnya telah di gerayuti oleh syetan dan iblis maka, nasehat berharga dari sang kakak malah menjadi penyebab perpisahan abadi diantara keduanya. Tentu penggalan dialog dibawah ini adalah bagian dari kelanjutan dialog-dialog mereka sebelumnya.

Syeh Sulaiman sang kakak bertanya kepada adiknya, M Abdul Wahahhab dan berkata:” Ada berapakah rukun Islam ya Muhammad ..?. Adiknya menjawab: “Lima”. Kemudaian Syeh Sulaiman menjawab: “ Ketahuilah bahwa engkau telah membuat rukun Islam itu enam”, yang ke enam adalah bahwa barangsiapa yang tidak mengikutimu maka mereka telah keluar dari Islam. Dan inilah rukun Islam ke enam menurut mazhabmu”. Cek…!! Da’awi Munawiin li Dakwati Syekh Muhammad Abdul Wahhab, di kumpulkan dan di susun oleh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdul Latif al-Wahhabi, Cetakan Darul Wathan Saudi Arabiah, Cetakan pertama, Tahun 1412 M.

Tentu saja ketika kita menjuluki sekte wahhabi sebagai tukang kafir atau lebih tegasnya adalah tukang jagal kaum muslimin, berdasarkan kaidah yang bisa diambil dari dialog dua kakak beradik ini “Barang siapa yang tidak mengikuti mazhab Wahahbiyah maka mereka adalah kafir”. Dan dialog inilah menjadi penyebab Syeh Sulaiman yang alim itu di penjara dan dibunuh oleh pengikut wahhabiyah.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa yang terjadi adalah fakta sejarah, bertahun-tahun pengkafiran terhadap mazhab yang tidak seakidah dengan sekte wahhabiyah sudah berjalan sejak lama dan julukan kafir, musrik dan bid’ah juga disematkan pada masyarakat kampung halamanya di dusun gersang Annajd. Cek..! Kitab Ad-duru Assaniyah fi Rasaili An-najdiah, Halaman 10/193.

Dan Kitab As-shawa’igu A-rububiyah fi Madzhabil Wahhabiyah, adalah salah satu kitab yang isinya sebagian berupa nasehat-nasehat sang kakak kepada adiknya. Namun sayang ajakan kembali kepada Allah swt dari sang alim ini justru di tampik. Kalau saja pengikut wahhabiyah membaca kitab yang ditulis oleh ulama alim besar, berakhlak mulia ini, maka saya yakin kebenaran yang selama ini tertutupi pasti akan terbuka. Namun sayangnya kitab yang sedianya adalah untuk menasehati aliran wahhabiyah ini dilarang untuk dibaca dan selama 200 tahun lebih hingga kini, kitab itu dianggap sebagai kitab dholal.

Padahal kitab itu dilarang untuk dibaca bukan karena kitab itu adalah menyesatkan dan pembacanya pasti tersesatkan..!, akan tetapi ketakutan penguasa Ale Saud yang menjadikan mazhab wahhabi sebagai mazhab resminya akan ditinggalkan dan dibuang jauh-jauh ke tong sampah oleh kaum muslimin. Dan lebih dari itu adalah ketakutan penguasa Ale Saud dimana kaum muslimin akan semakin cerdas dan akan kembali ke jalan yang benar yaitu jalan ahlu sunnah wal jammaah. Tidak percaya..??? cek Kitab Kutub Khadarul Ulama Minha, Oleh Abi Ubaidah mashur dengan sebutan Hasan Ale Salman al-Wahhabi, Cetakan pertama, Daru Shami’i, Riyadh. Halaman 1/271. Tahun 1415 HQ.

Pengkafiran dan penjagalan massal satu kampung terhadap umat yang tidak seakidah adalah kisah nyata dan tragedi pahit dari sejarah pengkafiran umat manusia hingga zaman kita ini. Desa Al-kharaj [Perkampungan luas kira-kira 80 kilo metr dari Riyadh. Cek Al-mu’jamu Al-jughrafi lil Biladi Al-arabiyah As-saudiyah, Halaman 1/391] adalah saksi bisu atas pembantaian atas nama menegakkan agama tauhid itu. Cek..!! Ar-rasaili As-syahsiyah lil Imam Muhammad bin Abdul Wahhab, Nomor surat 34, Halaman 232.

Ya Ikhwani Al-wahhabi..hehehe… lihat betapa mesranya ana, meskipun kita berseberangan dalam akidah, namun ana masih manggil dengan kata “saudara-saudaraku” untuk sekte wahhabi, ini karena rasa tanggung jawab saya dihadapan Allah swt sebagai taklif ilahi yang harus ana sampaikan….. jika kalian pencari kebenaran dan ingin menyebarkan kebenaran maka, cek kitab-kitab yang ana sebutkan diatas.

Dan harapan ana, kalian ngak usah ninggalin mazhabmu. Tetaplah berpegang teguh di jalan Ibnu Taimiyah dan M Abdul Wahhab karena disana kalian bisa hidup bergelimpangan harta karun melimpah ruah meskipun kalian nggak “syughul”…!!. Musa’adah dari Ale Saud..? karena jasa kalian dalam menegakkan agama tauhidnya Ale Saud ?. []

Rujukan:

  1. As-shawa’iqu Ar-rububiyah fi Madzhabil Wahhabiyah

  2. Da’awi Munawiin li Dakwati Syekh Muhammad Abdul Wahhab, di kumpulkan dan di susun oleh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdul Latif al-Wahhabi, Cetakan Darul Wathan Saudi Arabiah, Cetakan pertama, Tahun 1412 M

  3. Kitab Ad-duru Assaniyah fi Rasaili An-najdiah, Halaman 10/193.

  4. Kutub Khadarul Ulama Minha, Oleh Abi Ubaidah mashur dengan sebutan Hasan Ale Salman al-Wahhabi, Cetakan pertama, Daru Shami’i, Riyadh. Halaman 1/271. Tahun 1415 HQ.

  5. Ar-rasaili As-syahsiyah lil Imam Muhammad bin Abdul Wahhab, Nomor surat 34, Halaman 232.

  6. Al-mu’jamu Al-jughrafi lil Biladi Al-arabiyah As-saudiyah, Halaman 1/391

Iklan

Entry filed under: abdul wahhab, ahmad bin hanbal, As-Salafiyah, bid'ah, Blogroll, ibnu Taimiyah, Islam, mazhab salafi, mazhab wahabi, Salaf, salafi, salafi/y, salafy, syirik, tabarruk, tawassul, Uncategorized, Wahabi/Salafi, Wahabisme, wahhab, wahhabi, ziarah kubur.

Beginilah Wahabi/Salafi/y Memandang Umat Islam Wahabi/Salafy/i Bicara Tauhid: Tidak Mentakwil[?]

17 Komentar Add your own

  • 1. herman  |  Desember 7, 2007 pukul 2:06 am

    Assalamu’alaikum.
    Kira2 mau nggak yah abang dan none WAHABI membacanya….tapi aku jamin ngga mungkiiiiiiiiiiin dan biar membaca ngga akan mungkin percayaaaaaaaaaa…..SOALNYA ?…….abang dan none WAHABI sudah terlanjur enak ama fasilitas yg diberi ama juragan su’ud….jadi biar apapun bukti yg sudah jelas ini di berikan, matanya ketutup ama kertas 100.000 gambar su’ud…kalo ngga percaya kita tunggu tanggapan dari abang dan none WAHABI pasti deh…sudah bisa di tebak……….!!!!!!
    untuk Pak Admin dilanjut lagi pak….biarkan abang dan none WAHABI menggongong…..ASWAJA tetap berlalu…….

    Balas
  • 2. Muhammad Rachmat  |  Desember 9, 2007 pukul 6:34 am

    rukun iman ada berapa ?

    Balas
  • 3. Abu Hasan Mustofa Al Atsary  |  Desember 10, 2007 pukul 12:07 am

    Salah satu Syubhat mereka anggap sebagai hujjah (intinya) adalah “Bahwa kakak sang Imam menulis buku bantahan kepada beliau dengan judul As Sawaiqul Illahiyyah fir Ar Raddi Ala Al Wahhabiyah (dalam judul India) tapi judul yang lebih tepat adalah “Fashlul Khitab fii Ar Raddi Ala Muhammad bin Abdul Wahhab” sebab gelar wahhabiyyah saat itu belum dinisbatkan kepada beliau.

    Rukun islam jadi 6 ? sebaiknya anda membaca komntar saya pada blog anda di halaman ini mengenai bagaimana kaidah pengkafiran :
    https://wahabisme.wordpress.com/2007/12/02/beginilah-wahabisalafiy-memandang-umat-islam/

    Mengenai penentangan syaikh sulaiman terhadap syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab itu memang terjadi. Akan tetapi apakah pertentangan itu membuat syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bersalah ?

    untuk orang-orang yang mau berpikir itu suatu hal yang aneh. Harusnya siapa yang benar dan siapa yang salah bukan pada siapa menentang siapa akan tetapi siapa dan bagiamana pendapatnya dibandingkan dengan Al Qur;’an dan As Sunnah. Sungguh aneh bagi saya jika syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dinilai sesat hanya karena kakaknya menentangnya.

    Point kedua adalah bahwa syaikh Sulaiman rujuk terhadap penentangan dakwah syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Silakan lihat Mengenai ruju’nya sang kakak dan taubatnya menuju manhaj salaf ini disebutkan oleh Ibnu Ghannam (Tarikh Nejed 1/143), Ibnu Bisyr (Unwan Majd hal. 25), Syaikh Mas’ud An Nadawi (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Mushlih Mazhlum 48-50), Syaikh Abdul Aziz bin Baaz (Ta’liq Syaikh Muhammadbin Abdul Wahhab hal. 95), Syaikh Ahmad bin Hajar Alu Abu Thami (Syaikh Muhammadbin Abdul Wahhab hal. 30), Syaikh Muhammad bin Sa’ad Asy Syuwa’ir (Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab Syaikh muftara ‘alaihi lihat majalah Buhuts Islamiyah edisi 60/1421H), Syaikh Nashir Abdul Karim Al Aql (Islamiyah la Wahhabiyah hal. 183), Syaikh Muhammad As Sakakir (Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab wa Manhajuhu fi Dakwah hal. 126), Syaikh Sulaiman bin Abdurrahman Al Huqail (Hayat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hal. 26. yang diberi kata pengantar oleh Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh), dll.

    ara musuh Tauhid sangat gembira dengan adanya kitab Syaikh Sulaiman tersebut, namun mereka sangat malu untuk menyebut taubatnya Syaikh Sulaiman (Muhammad bin Abdul Wahhab Mushlih Mazhlum hal. 48-50).

    Balas
  • 4. Cahya  |  Desember 10, 2007 pukul 1:50 pm

    lho ini nabinya masih Muhammad SAW apa Abdul Wahab sih? tapi kalo dipikir-pikir ilmu cuci otaknya hebat juga euy.. selama ratusan tahun bisa jalan terus gitu.

    tambang minyak, internet, pesawat terbang, dll yang hasil olah ilmunya kaum “kafir” itu apa tidak bid’ah? naik motor juga bid’ah ya.. wong nabi ke mana-mana naik unta :p

    Balas
  • 5. Cahya  |  Desember 10, 2007 pukul 2:52 pm

    ada artikel menarik nih bro,

    The True Image

    Balas
  • 6. Abu-abu  |  Desember 10, 2007 pukul 5:50 pm

    buat Abu Hasan Mustofa Al Atsary, kok kitab rujukannya punya imam-imam wahaby semua ya? Padahal itu kan kebenarannya sangat diragukan dan bagi kami itu gak berarti apa-apa (gak ngefek lah…). Mereka juga bilang kalau kitab Ibanah-nya Abu Hasan al-Asy’ary adalah kitab terakhir, padahal itu kan akal-akalan mereka wae. Mereka mungkin juga akan malu kalau tahu imam yang diagung-agungkannya, yaitu Ibnu Taimiyyah sudah taubat dari faham Mujassimah mereka. Lihat di abu-salafy.blogspot.com

    Balas
  • 7. Abu Hasan Mustofa Al Atsary  |  Desember 10, 2007 pukul 11:48 pm

    Maaf mas, sebelum anda berbicara tentang bid’ah anda harus tahu dulu apa itu bid’ah. Jangan asal ngomong saja. Perlu saya tekankan disini bahwa kita adalah seorang muslim sekali lagi ketika berbicara tentang agama maka kita gunakan ilmu bukan prasangka kita.

    Memang secara bahasa bid’ah adalah sesuatu yang baru/yang diada-adakan setelah sebelumnya tidak ada. Akan tetapi dipandang dari segi syari’at yang dimaksud bid’ah adalah sesuatu yang baru dalam syari’at bukan dalam semua hal seperti alam perkataan Aisyah (dalam Nawawi Al Arbai’n) “Barang siapa beramal, yang tidak ada tuntunannya pada kami, maka hal itu tertolak (Arbain no 5). Naik mobil perkara ibadah ?

    Mas Cahya kalau membuat omongan jangan ngawur, Kalau sampai saya mengatakan bahwa nabi saya adalah syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab maka anda boleh mengatakan saya kafir sekafir-kafirnya. Bagi saya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab kedudukannya tidak lebih dari seorang ulama yang menegakkan Tauhid bukan nabi. Saya mengambil pendpat beliau karena saya pandang pendapat beliau benar.

    Sekali lagi mas kalau bicara akal dulu baru omongan bukan hawa nafsu dulu terus omongan. semoga postingan kelak lebih berilmu dan berbobot

    Balas
  • 8. herman  |  Desember 11, 2007 pukul 12:30 am

    Assalamu’aialikum.
    hehehehe…..itu dah ada jawaban, tuhkan nggak akan mungkin deh pengikut WAHABI bisa ngerti, oh iya Pak ADMIN punya nggak sanggahan dari Sulaiman bin abdul wahab dalam bhs indonesia yah buat bahan perenungan yg lebih dalam. WAHABI kalo dibilang tidak cinta Rasulullah juga pasti akan menjawab ‘buktinya kami selalu melakukan Sunah2 beliau’ tapi tidak berlebih-lebihan seperti halnya kaum quburiyun WOiiii…..WAHABI emangnya anda2 semua menggunakan alat apa sih kok bisa2nya menilai kalau itu berlebihan atau tidak apakah orang2 WAHABI ini sudah demikian saktinya sehingga bisa tahu kalu si A berlebihan dalam mengagungkan Rasulnya misalkan kalo saya kekuburan Rasul terus saya disana menangis apakah anda bisa membaca apa yg ada di dalam hati saya ketika saya menangis….atau kalian WAHABI mempunya alat detektor hasil ciptaan Kafiriyun dgn nama “Alat deteksi berlebihan dalam mengagungkan Rsulullan Muhammad SAW”…..jempol deh buat kaum WAHABI……..Pak ADMIN saya tunggu bukunya ya Pak…..wassalam

    Balas
  • 9. aswaja  |  Desember 11, 2007 pukul 8:19 pm

    #herman: kita tunggu respon akang dan none pendekar kafir deh

    #akang Rahmat: Tanya deh sama sipendekar kafir itu

    #: Abu Hasan Mustofa Al Atsary: sep anda telah membandingkan dan mengakui. Anda katakan bahwa: “Mengenai penentangan syaikh sulaiman terhadap syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab itu memang terjadi. Akan tetapi apakah pertentangan itu membuat syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bersalah ?” pertanyaan saya adalah, apakah ada logika yang mengatakan bahwa “anda salah dan anda benar dalam satu masalah dalam satu waktu..??. jelasnya adakah sesuatu yang bersatu sementara yang satu itu salah dan benar..?. artinya ada dua kemungkinan… bahwa M Abdul Wahhab yang salah dan Syekh Sulaiman alim itu benar, kartena ngak mungkin sesuatu yang betentangan bisa ketemu. jelas…?

    #Cahya: kata mereka semua yang tidak ada pada zaman rasul,sahabat,tabiin, tabiin-tabiin dan diadakan adalah BID’AH. tanya aja sama mereka. makasih kiriman situsnya

    #abu-abu: itulah bukti kecerdasan mereka, padahal kita meragukan hujjah M Abdul Wahhab .eh…. malah dikasih hujah dari dia. Kalau mereka cerdas mereka akan bawakan hujjah bukan dari suhu-suhu mereka.

    #Abu Hasan Mustofa Al Atsary: jelaskan definisi itu…??

    #herman: kitab itu saja saya pinjam dari temen,sekarang dia lagi mudik…..

    Balas
  • 10. Abu Hasan Mustofa Al Atsary  |  Desember 11, 2007 pukul 11:08 pm

    silakan lihat situs blog saya. Saya memang mengambil hujjah dari syaikh Muhammad bin abdul wahhab terutama dalam hal ini di blog saya adalah pada masalah pengkafiran dan juga tauhid.

    Akan tetapi kenapa kalian lebih melihat syaikh bin Abdul wahhab nya daripada dalil baik al qur’an maupun hadits yang saya sampaikan. Apakah kalau al qur’an di jadikan dalil oleh syaikh Muhammd bin abdul wahhab maka dalili itu palsu, kalau hadits apakah hadits itu palsu. Suatu perkara yang aneh seperti itu.

    Ingat perkataan saya timbanglah segala sesuatu denganAl Qur’an dan As-sunnah. Oleh karena itu bantahlah perkataan saya dengan Al Qur’an dan As-Sunnah kalau anda merasa seorang muslim sejati. Dengan kata lain kita bisa berdiskusi dengan bijak

    (saya tidak selalu menyandarkan pendapat saya pada syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, coba lihat tulisan-tulisan saya, apakah semuanya dari syaikh Muhammad bin bdul Wahhab)

    Pak ABu Hasan…. siapa yang nampik dalil Al-quran dan Hadist..?? justru kalau sampeyan lihat semua dalil saya mengunakan logika Al-quran dan hadist sahih. permasalahnya adalah ketika bapak mengambil dalil Al-quran dan hadist, bapak malah memberi embel-embel “ini dari suhu-suhu takfiri itu”. sementara kami sama suhu-suhu itu tidak percaya sama sekali. jadi permasalah inti bukan dari Al-quran dan Hadist, tapi yang menafsirkan Al-quran dan Hadist itu yang kita tampik.. FAHAM….?????

    Balas
  • 11. Abu Hasan Mustofa Al Atsary  |  Desember 11, 2007 pukul 11:35 pm

    O ya Mas akang Rahmat, anda mengatakan saya kafir apakah anda tidak takut terkena hadits Rasulullah “barang siapa menuduh seorang muslim kafir dan ternyata muslim itu tidak kafir dihadapan Allah maka yang menuduh itu telah kafir kepada Allah” ?

    mengenai pengkafiran kalau anda ingin memahami kaidahnya silakan baca di blog saya abuhasanmustofa.blogspot.com. mengatakan kafir bukan sembarangan, berhati-hatilah

    Ah….Abu Hasan Mustofa Al Atsary, lempar batu sembunyi tangan yach… baca lagi deh fatwa-fatwa ulama kalian… kafir mengkafirkan seperti menjadi wiridan. Teliti lagi tuh ..majalah Al-Furqon, Edisi 09 Tahun V/Rabi’u Tsani 1427/Mei 2006M. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon disana dijelaskan secara gamblang dan jelas kelompok-kelompok yang di anggap penyebar TBC. Dimulai dari Syi’ah, Shufiyyah, Asy’ariyyah, Maturidiyyah, Quthbiyyah Ikhwaniyyah, Quthbiyyah Sururiyyah, Tablighiyyah, Hizbut Tahrir, dan sederet nama-nama lainnya yang dianggap sesat dan menyesatkan ummat.

    Balas
  • 12. Siti Jenang  |  Desember 12, 2007 pukul 4:54 pm

    ini mah beda kerangka pemikirannya kaleee… 😀 ilmiah buat salafi adalah berdasarkan tafsir dan pendapat kalangan mereka sendiri. ada gak sih bukti konkret hasil karya (positif) salafi di bidang misalnya? sejauh ini yang keliatan malah para pemikir di luar mereka.

    =============================
    Hasil karya yang paling hebat dan menjadi kebanggaan mereka [wahabi/salafy/i] adalah mengkafirkan semua mazhab yang tidak seakidah denganya. dan itu adalah hasil karya ilmiah mereka.

    Balas
  • 13. narimo  |  Desember 13, 2007 pukul 7:56 am

    …… Akan tetapi kenapa kalian lebih melihat syaikh bin Abdul wahhab nya daripada dalil baik al qur’an maupun hadits yang saya sampaikan. Apakah kalau al qur’an di jadikan dalil oleh syaikh Muhammd bin abdul wahhab maka dalili itu palsu, kalau hadits apakah hadits itu palsu. Suatu perkara yang aneh seperti itu…..

    =+=+=+=
    Tahukah kawan banyak maling yang hapal pasal pencurian dan ancaman hukumannnya??
    Tahukah anda kalau seorang yang banyak bohong tidak boleh dipercaya walau dia menyampaikan kebenaran??? contohnya ndak boleh ada pembohong dalam sanad haditz……

    ====================
    Yup, betul Kang narimo. Ahsantum…… kita semua sepakat bahwa dalil yang paling bener adalah Al-quran dan Hadist. lalu kenapa kita tidak percaya sama dalil Al-quran..?? itu karena yang membawakan dalil itu adalah para pendekar dan penyebar FITNAH TAKFIRIYAH iyakan..?. kang Narimo, kalau mereka itu cerdas dan memakai logika, maka para pendekar takfiri itu nggak pakai dalil yang berasal dari para pendekar-pendekar TAKFIRI, pakai dalil Al-quran dan Hadist yang dibawakan oleh Ahlu Sunnah wal Jammaah. ..! setju kang Narimo..?…

    Balas
  • 14. Abu Hasan Mustofa Al Atsary  |  Desember 13, 2007 pukul 11:35 pm

    Mas akang Rahmat berkata
    Ah….Abu Hasan Mustofa Al Atsary, lempar batu sembunyi tangan yach… baca lagi deh fatwa-fatwa ulama kalian… kafir mengkafirkan seperti menjadi wiridan.

    Seperti yang saya kemukakan bahwa sepertinya akang Rahmat sama sekali tidak memahami kaidah pengkafiran kami. Kalau anda membaca kitab-kitab ulama kami memang benar disitu ada kata ‘KAFIR’, ‘Bidah’ dll. Itu memang ada sebagaimana dalam kitabnya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab maupun lainnya.

    Mengenai kaidah pengkafiran coba anda perhatikan hadits berikut :
    “Barang siapa yang mendatangi dukun dan membenarkan ucapannya, maka sesungguhnya ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad (diriwayatkan oleh Abu Dawud 3904, Tirmidzi 135, Nasa’i dalam kitab Al Kubro 9017, Ibnu Majah 639, Ahmad 2/208,476). Ini bukan hadits riwayat Muhammad bin Abdul Wahhab lho, kalau anda tidak percaya keshahihan hadits ini silakan di cek sanad dan matannya untuk memastikan Mas. sumbernya saya sebutkan jelas kan ?

    yang saya tekankan disini bahwa Rasulullah mengkafirkan orang yang mendatangi dukun dan mempercayai apa yang dikatakannya (karena berbuat kemusyrikan).

    Akan tetapi jika kemudian saya melihat ada orang datang ke dukun terus dia percaya kepada dukun apa saya harus bilang hai kamu datang ke dukun dan percaya yang diucapkannya berarti kamu kafir ? Terus terang saya tidak akan melakukan itu karene kalau iya malah saya yang bisa kafir dihadapan Allah. Belum tahu bagaimana kondisi orang tersbut malah sudah mengkafirkan. Akan tetapi bukan bearti saya menentang hadits Rasulullah diatas. Ada kaidah-kaidaha lainnya saya harus penuhi untuk bilang kamu kafir.

    sunguh aneh ketika saya dituduh lempar batu sembunyi tangan, seperti anda tahu bahwa memang dalam kitab kasyfu shubuhat miaslnya muhammad bin Abdul Wahhab banyak mengatakan kata kafir. Akan tetapi perkataan Rasulullah itu dipahami juga secara umum (jadi orang yang berbuat kemusyrikan secara umum kafir). Perkataan secara umum tidak bisa menhukumi seorang yang tercakup dalam kategori yang dimaksud otomatis kafir karena pengkafiran wajib memakai kaidah khusus (kecuali kalau yang dikafirkan itu orang nashara, Yahudi dll yang notabene bukan orang islam maka ini berlaku umum. jika kita bilang orang Nashara kafir, maka semua orang nashara kafir. sekali lagi ini tidak berlaku oleh orang islam) aitu di cek dulu apakah sesorang itu sudah memenuhi syarat untuk bisa dikafirkan karena perbuatannya atau tidak berdasarkan kaidah pengkafiran dalam blog saya abuhasanmustofa.blogspot.com.

    Oleh karena itu jika syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan orang yang berbuat begini-begitu kafir maka ini tidak bisa dihukumi bahwa syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengkafirkan orang yang dalam kategori dimaksud. Beliau baru bisa dihukumi mengkafirkan orang kalau beliau bilang si A (menyebut nama pasti -red) KAFIR. maka sudah jelas beliau mengkafirkan seseorang. kalau anda pernah mengikuti kajian kami mengenai metode pengkafiran maka anda pasti akan memahami hal ini.

    Ingat hal ini berlaku pada semua hukum pengkafiran terhadap seorang muslim. oleh karena itu harus berhati-hati dalam masalah ini.

    #narimo bilang
    Tahukah kawan banyak maling yang hapal pasal pencurian dan ancaman hukumannnya??
    Tahukah anda kalau seorang yang banyak bohong tidak boleh dipercaya walau dia menyampaikan kebenaran??? contohnya ndak boleh ada pembohong dalam sanad haditz……

    Kalau mas narimo tidak percaya dengan hadits-hadits yang saya sampaikan misalnya di blog saya maka saya tantang mas narimo untuk membuktikan bahwa hadits yang saya sampaikan itu dho’if. silakan saja. saya terbuka untuk hal ini. silakan di cek haditsnya kemudian kritik saya kalau haditsnya dhoif dan alasannya apa.

    Saya berharap mas narimo tidak melakukan justifikasi bahwa semua hadits yang disampaikan syaikh Muhammd bin Abdul Wahhab adalah dhoif tanpa menyebutkan alasan kedhoifannya. karena jika itu tejadi bukankah yang melakukan fitnah justru jadi mas narimo. Secara syar’i bisa saja hadits yang disampaikan syaikh Muhammd bin Abdul Wahhab ada yang dhoif. itu bisa terjadi mas lawong syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab juga bukan orang maksum (tidak ada yang maksum kecuali Rasulullah). Yang lebih penting kalau melakukan kritik hadits ya harus jelas alasannya. Hadits mana yang di maksud.

    contoh perkataan mas :
    Tahukah anda kalau seorang yang banyak bohong tidak boleh dipercaya walau dia menyampaikan kebenaran??? contohnya ndak boleh ada pembohong dalam sanad haditz……

    sepertinya sangat tidak masuk akal dipandang dari segi ilmiah. sekali lagi mas tuduhan itu perlu bukti.

    #siti jenang berkata
    Hasil karya yang paling hebat dan menjadi kebanggaan mereka [wahabi/salafy/i] adalah mengkafirkan semua mazhab yang tidak seakidah denganya. dan itu adalah hasil karya ilmiah mereka.

    waduh mas, wah ini berat sekali terutama bagi saya. Kalau saya harus mengkafirkan semua yang tidak seakidah dengan saya maka saya harus mengkafirkan kakek saya, bapak saya, ibu saya, kerabat-kerabat saya. itu berarti hubungan saya dan keluarga saya hanya sebatas hubungan sesama manusia. tidak hak orang muslim pada mereka. Kalau itu terjadi mas bisa bilang saya sudah tidak waras lagi kok. Sampai saat ini saya masih menganggap bahwa kakek, ayah, ibu, dan kerabat saya masih seorang muslim dan masih ada hak-hak sebagai seorang muslim pada mereka. Tak ada satupun yang saya tuduh kafir meskipun tak ada satupun yang benar-benar seakidah dengan saya sampai saat ini.

    mengenai perkataan permasalah inti bukan dari Al-quran dan Hadist, tapi yang menafsirkan Al-quran dan Hadist itu yang kita tampik.. FAHAM….?????. Lho ini bukkannya jadi malah taklid buta tho mas ? kalau anda seperti ini sejak awal anda memang tidak ingin membuka dialog kan karena ya percuma saja tho wong saya ngomong apa juga ditampik. Kalau and abilang kalu si A, si B, si C yang ngomong berarti nggak bener kalau si AA, si BB, si CC yang ngomong pasti itu bener lha ya malah aneh tho ?

    semoga bisa menjadi informasi sebelum menjustifikasi

    Balas
  • 15. muslim  |  Januari 4, 2008 pukul 12:17 am

    Loe Bilang Orang Bid’ah Ternyata Loe Suka Mengada-ada…
    hati-hati rukun islam ada enam…..entar nambah yang ke tujuh…jadi LIBERAL….

    Balas
  • 16. elfaqir  |  Februari 16, 2008 pukul 6:13 pm

    wah seru juga neh permasalahan wahabisme dan pembasmime…..
    kalo bid’ah terbagi dua setuju gak?gue yakin setuju semua….
    bedanya ada faham yang bilah bid’ah ada dua yaitu hasanah dan sayiah.ada yang berfahaman bid’ah lughawi dan syar’i……toh bid’ah ada dua ko masih berantem euyyyyyyyy

    Balas
  • 17. elfaqir  |  Februari 18, 2008 pukul 7:02 am

    liat keadaan sekitar…..bagaimana kelakuan orang wahabi yang sedikit2 mengkafir dan membid’ahkan orang lain,padahal di negara islam……banyak bukti wahabi membunuh dan teidak menerima pendapat ulama ahli sunnah,dengan membunuh dan melarang kitab2 ulama lain beredar di negara saudi……….pekuburan baqi’ dan ulama2 yang menulis dalam kitabnya menjadi salah satu saksi keganasan wahabi,belum sejarah2 yang dihilangkan…….
    ada kitab fathul bary yang di taklikin bin baz………saiapa bin baz dan siapa imam ibnu hajar………
    saking ributnya dengan bid’ah sampai2 banya orang saudi yang memprkosa TKW dan akhlak2 saudi sudah tidak bermoral lagi

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


KOMUNITAS

PALING BENER..!?

Preman Agama

WARNING..!

Assalamualaikum wr wb. Diberitahukan kepada semua pengunjung blog ini, bahwa setiap komentar yang hanya made in copy paste kami anggap "SPAM". Kami mengharap, komentator menunjukkan kemampuan bernalar, berlogika dalam analisa, hujjah bahkan kritik liar di setiap artikel yang tersaji. Setiap komentar bisa di komentari secara timbal balik sehingga tercipta diskusi yang segar. Sekalipun muatan komentar itu asal muasalnya bukan hasil perenungan atau karya sendiri tetapi coba hindarilah pendapat yang meng-ekor “KATANYA” abu fulan bin abu-abu dengan cara copy paste. Berfikirlah bebas..!, liar…!! jangan sekedar jadi kacung.!! Wassalam wr wb. Best Regard. ASWAJA. Hn Wawan.

Harga Blog Ini


My blog is worth $30,485.16.
How much is your blog worth?

JUMLAH POPULASI

  • 128,937 PENDUDUK

TAMU YANG HADIR

TANGGALAN

Desember 2007
M S S R K J S
« Mei   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

NEWS UPDATE

ARSIP PADA


%d blogger menyukai ini: