Aswaja Menggugat

ASWAJA MENGGUGAT

Menggugat Wahabisme di Tanah Air

Assalamualaikum wr wb

Saya benar-benar gelisah sekaligus resah ketika membaca rintihan pak Masdar F. Mas’udi yang dimuat di berbagai media cetak tanah air. Saking gelisahnya, saya langsung tancap gas dan cek akan kebenaran cerita dan rintihan pak Masdar. Astaghfirullah…….. alangkah tersentak jiwa aswaja saya….. ketika menyaksikan tragedi itu benar-benar menimpa warga seakidah saya. Dimana-mana, hampir di seluruh pojok tanah air, masjid-masjid dan pondok-pondok yang notabene adalah milik warga Nahdliyin, sekarang ini telah di rampas ….di rusak oleh preman-preman berjubah dengan megadopsi kalimat agung Salafus saleh yang sebenarnya adalah [Wahabi].

Pemandangan yang dipastikan dapat mengusik nurani siapa saja yang membela kebebasan, kerukunan, dan kebersamaan. Tragis dan menyedihkan, tradisi suci warisan leluhur dari kanjeng Nabi saw, dan sudah menjadi bagian dari tubuh kaum Nahdliyin hampir-hampir saja punah dan moksa oleh virus Bid’ah, Syirik dan khurafat ala jamaah takfiriyah. Tradisi yang disunahkan oleh Islam itu, kini di cap dan diberi segel sesat dan menyesatkan. Sedih…

Yasinan, tahlilan, muludan, ziarah kubur dan amalan hasanah lainnya dengan mudah dan enak dianggap sampah bid’ah, khurafat dan tahayul.

Kini Masjid-masjid, pondok-pondok, langgar-langgar itu, sepi dari bacaan sunah hasanah tapi rame karena menjadi tempat hunian, tongkrongan gerombolan berjenggot, berjubah, dan bercelana panjang semata kaki yang menamakan diri mereka sebagai malaikat pembawa surga.

Berangkat dari cerita sedih pak Masdar F. Mas’udi, dan umat Islam secara umum, saya mencoba menggali hakekat mereka, menelusuri jejak-jejak gerombolan preman yang mendakwa pembawa risalah Muhammadi.

Salafiyah atau sebutan keren mereka adalah Wahabiyah yang berpusat di Saudi dan Kuwait ini, berbohong atas nama Islam dengan mendakwa membawa kunci-kunci surga yang akan diberikan kesegenap umat manusia. Attauhid adalah dakwaan risalah mereka, Kafir, Bid’ah adalah wiridan mereka, Tebas leher yang tidak seakidah adalah slogan mereka.

Sebagai Ahlu Sunnah wal Jamaah tentu saya tidak berpangku tangan begitu saja. Oleh karena itu, melalui blog sederhana ini kami berupaya membongkar kebejatan mereka dengan mengunakan kekuatan logika.

Doakan kami

Wassalamualaikum wr wb

ASWAJA

HN Wawan

 

Iklan

%d blogger menyukai ini: